Rendahnya hormon testosteron bikin pria mudah depresi

Tak banyak yang tahu bahwa rendahnya hormon ini mampu menjadi penyumbang stres terbesar bagi pria

Febrianti
Oleh Febrianti - Reporter
Rendahnya hormon testosteron bikin pria mudah depresi
Ilustrasi stres. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Ljupco Smokovski

Selama ini pengetahuan akan kesehatan hormon bagi pria masih sangatlah minim. Informasi kesehatan yang beredar biasanya didominasi oleh kesehatan hormon bagi perempuan. Padahal pria pun juga memerlukan pencerahan dalam kesehatan mereka.Sebuah penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk baru-baru ini menemukan bahwa rendahnya hormon testosteron dalam tubuh pria bikin mereka mudah terkena stres serta depresi. "Hormon testosteron dalam tubuh pria akan terus bertumbuh seiring bertambahnya usia dan mencapai puncaknya di usia dua puluhan. Namun selepas dari usia dua puluhan, maka produksi hormon ini akan menurun. Terutama jika didukung dengan pola hidup yang tidak sehat," Dr Michael Irwig dari George Washington University."Menurunnya hormon testosteron akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh mereka seperti stres, depresi, menurunnya gairah seksual, ejakulasi dini, hingga serangkaian gejala seperti menopause yang dialami oleh wanita," lanjutnya. "Dalam penelitian ini, kami menemukan mereka yang mengalami penurunan hormon testosteron didominasi oleh pria yang menderita obesitas dan jarangnya berolahraga."Masih dari penelitian ini, kadar normal hormon testosteron bagi pria adalah 300 to 1,200 ng/dL. Sehingga jika Anda telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan menemukan bahwa kadar hormon testosteron dalam tubuh Anda kurang dari jumlah tersebut, maka sebaiknya ganti pola hidup Anda menjadi lebih sehat.

Rekomendasi