Bakteri berbahaya dalam mulut mampu meningkatkan risiko kanker pankreas hingga dua kali lipat. Parahnya, hal ini bisa jadi sangat mematikan dan sulit untuk dideteksi, seperti yang terjadi pada pendiri Apple, Steve Jobs.
Penelitian terhadap sampel darah dari 800 orang dewasa di Eropa menunjukkan bahwa tingkat antibodi tinggi terhadap salah satu bakteri berbahaya di mulut berkaitan dengan meningkatnya kanker pankreas hingga dua kali lipat.
Sementara itu, orang yang memiliki tingkat antibodi tinggi terhadap bakteri tak berbahaya dalam mulut diketahui memiliki risiko yang lebih rendah hingga 45 persen untuk terkena kanker pankreas.
Penemuan tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai keterkaitan antara bakteri dalam mulut dengan kanker pankreas.
"Kaitan kedua hal ini masih belum bisa dipastikan," kata Michaud dari Forsyth Institute dan Harvard University. "Namun menurutku keduanya sangat berkaitan Inilah yang harus kami cari tahu lebih mendalam."
Jaqcues Izar, seorang mikrobiologis, salah satu tim peneliti, mengatakan bahwa peran bakteri dalam pengembangan kanker sangat penting.
"Kami perlu meneliti lebih jauh peran bakteri terhadap kanker pankreas, di samping faktor risiko lainnya," jelas Izard, seperti dilansir oleh Health Me Up (20/09). "Tak diragukan lagi bahwa bakteri memainkan peran penting terhadap pertumbuhan kanker."
Michaud dan Izard mengamati catatan medis dan sampel darah melalui College-Ied European Prospective Investigation pada Cancer and Nutrition Study. Data yang diambil lebih dari 500.000 orang dari 10 negara.