Hindari Konsumsi Obat Penurun Gula Darah Ketika Sahur

Jumat, 17 Mei 2019 20:14 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Hindari Konsumsi Obat Penurun Gula Darah Ketika Sahur Ilustrasi diabetes. ©Shutterstock.com/Piotr Adamowicz

Merdeka.com - Ketika sahur, penderita diabetes dianjurkan untuk tidak minum obat yang memicu terjadinya hipoglikemia (gula darah turun). Pasalnya, usai sahur yang dilanjutkan dengan berpuasa, seseorang bisa mengalami hipoglikemia.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Sidartawan Soegondo, ada aturan dalam mengonsumsi obat ini.

"Minum obatnya pas waktu berbuka puasa. Semua obat yang bikin hipoglikemia diminum saat buka puasa. Jangan waktu sahur. Tentunya karena disesuaikan dengan puasa, dosis obat dikurangi," ungkap Sidarta saat ditemui di Jakarta.

Jika diminum sahur, maka seseorang tidak bisa lemas dan pingsan. Ini karena selama puasa, perut tidak diisi makanan.

"Kalau diminum saat buka puasa kan perut sudah terisi. Buka puasa makan, sehabis tarawih misalnya, Anda juga makan. Jadi, mencegah terjadinya efek hipoglikemia," lanjutnya.

Gejala hipoglikemia di antaranya keringat dingin, jantung berdebar, mudah lapar, dan mual. Pada tahap ini, seseorang membutuhkan asupan gula untuk meningkatkan kadar gula darah.

"Bila sudah mengalami gejala hipoglikemia, meski waktu berbuka puasa tinggal 10 menit lagi ya boleh batalkan puasa. Kalau tidak, nanti Anda akan drop dan pingsan," Sidarta menekankan.

Risiko mengalami hipoglikemia bisa ditekan jika obat diabetes yang bisa memicu hipoglikemia diminum saat berbuka puasa.

"Tapi sekarang banyak jenis obat diabetes yang tidak bikin hipoglikemia. Mau diberikan (diminum) dua kali, baik buka puasa dan sahur juga tidak masalah. Obatnya aman kok," tandas Sidarta.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini