10 Tips Menggoreng agar Makanan Tidak Terlalu Berminyak dan Awet Renyah, Rahasia untuk Sajian Lebih Menggugah Selera

Untuk menggoreng agar makanan tidak terlalu berminyak dan tetap renyah, penting untuk memeriksa suhu minyak, menggunakan jenis minyak dan tepung yang sesuai.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
10 Tips Menggoreng agar Makanan Tidak Terlalu Berminyak dan Awet Renyah, Rahasia untuk Sajian Lebih Menggugah Selera
Ilustrasi memasak (dok. Unsplash.com/Kevin McCutcheon @kevinmccutcheon) (© 2025 Liputan6.com)

Metode menggoreng merupakan cara yang efisien untuk menciptakan tekstur garing yang menggoda selera. Namun, jika suhu minyak tidak diperhatikan, hasilnya bisa menjadi gorengan yang lembap dan terlalu berminyak. Oleh karena itu, penting untuk memastikan minyak sudah cukup panas sebelum memulai proses penggorengan. Dengan suhu yang tepat, permukaan makanan akan cepat mengeras, sehingga minyak tidak mudah meresap ke dalamnya. Suhu ideal untuk minyak biasanya berkisar antara 170 hingga 180 derajat Celsius. Pada rentang suhu ini, panas yang dihasilkan cukup untuk membentuk lapisan renyah di bagian luar tanpa membuat bagian dalamnya menjadi mentah.

Selain pengaturan suhu, penggunaan teknik yang tepat serta pemilihan bahan pelapis dan jenis minyak juga sangat mempengaruhi hasil akhir gorengan. Kombinasi dari semua faktor ini akan berkontribusi besar dalam menciptakan gorengan yang tidak hanya renyah, tetapi juga tidak berminyak. Mengikuti langkah-langkah ini dengan cermat akan membantu Anda mendapatkan hasil yang maksimal dalam menggoreng, sehingga setiap gigitan terasa nikmat dan memuaskan. Dengan demikian, penggorengan yang baik tidak hanya bergantung pada suhu, tetapi juga pada keseluruhan proses dan bahan yang digunakan.

Gunakan Minyak dalam Jumlah yang Tepat

Jangan Goreng Tanpa Cek Suhu Minyak, Ini Tips Agar Makanan Tidak Berminyak dan Lebih Renyah
Ilustrasi memasak (dok. Unsplash.com/Kevin McCutcheon @kevinmccutcheon) © 2025 Liputan6.com

Jumlah minyak yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis penggorengan dan ukuran wajan agar makanan dapat terendam dengan baik tanpa berlebihan. Penggunaan minyak yang terlalu banyak akan membuat gorengan cepat menyerap lemak, sehingga terasa sangat berminyak. Di sisi lain, jika minyak yang digunakan terlalu sedikit, suhu minyak bisa turun saat bahan makanan dimasukkan, yang akan mengakibatkan hasil gorengan menjadi tidak renyah dan matang secara tidak merata.

Selain memperhatikan kuantitas minyak, penting juga untuk memilih jenis minyak yang sesuai dengan kebiasaan memasak Anda serta memiliki titik asap yang tinggi. Minyak yang tepat akan tetap stabil saat dipanaskan berkali-kali, membantu mempertahankan cita rasa makanan, dan mengurangi kemungkinan terbentuknya senyawa yang tidak diinginkan. Merawat minyak juga sangat penting; misalnya, menyaring sisa makanan dan mengganti minyak yang sudah gelap atau berbau dapat menjaga kualitas gorengan agar tetap baik.

Panaskan Minyak dengan Suhu yang Tepat

Pengaturan suhu minyak sangat penting untuk memastikan gorengan memiliki tekstur yang tepat, yaitu kering di bagian luar dan tidak menyerap terlalu banyak minyak. Jika suhu minyak tidak cukup panas saat bahan makanan dimasukkan, permukaan makanan akan lebih lama menyerap minyak, mengakibatkan tekstur yang lembek dan berminyak. Menggunakan termometer atau melakukan uji dengan sedikit adonan dapat membantu memastikan suhu minyak sudah ideal sebelum menggoreng dalam jumlah besar.

Di sisi lain, jika minyak terlalu panas, bagian luar makanan bisa cepat gosong sementara bagian dalamnya belum matang dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan api dan terus memantau suhu selama proses memasak. Penyesuaian suhu ini juga harus dilakukan berdasarkan jenis bahan yang digunakan—misalnya, potongan kecil atau tipis memerlukan suhu yang berbeda dibandingkan dengan potongan yang lebih besar.

Gunakan Teknik Double Frying (Menggoreng Dua Kali)

Proses menggoreng yang dilakukan dua kali menghasilkan tekstur yang jauh lebih renyah. Pada tahap pertama, bahan makanan dimasak hingga hampir matang, sehingga uap dan kelembaban dapat dikeluarkan. Selanjutnya, pada tahap kedua, gorengan dimasak pada suhu yang lebih tinggi untuk mengeringkan dan mengeraskan permukaan. Dengan memisahkan kedua proses ini, minyak tidak akan terserap secara berlebihan, sehingga tekstur garing yang dihasilkan menjadi lebih tahan lama.

Metode penggorengan ganda ini sering digunakan pada kentang goreng, ayam, atau makanan yang dilapisi tepung. Teknik ini mampu menciptakan lapisan luar yang sangat renyah tanpa mengakibatkan bagian dalam menjadi terlalu kering. Waktu serta suhu untuk masing-masing tahap dapat disesuaikan sesuai dengan jenis makanan yang digoreng, sehingga hasil akhirnya seimbang antara kerenyahan dan kematangan. Dengan demikian, teknik ini menjadi pilihan populer bagi banyak koki untuk menciptakan hidangan yang sempurna.

Tambahkan Tepung Beras atau Tepung Maizena ke Adonan Tepung

Menggabungkan tepung terigu dengan tepung beras atau maizena dapat mengurangi kadar gluten dalam adonan pelapis, sehingga menciptakan tekstur yang lebih ringan dan renyah. Tepung-tepung tersebut biasanya menyerap minyak lebih sedikit, yang membantu lapisan luar tetap kering setelah proses penggorengan.

Selain itu, penggunaan campuran tepung ini dapat menghasilkan warna yang lebih cerah dan tampilan yang lebih menarik dibandingkan jika hanya menggunakan tepung terigu saja. Melakukan eksperimen dengan perbandingan tepung-tepung ini bisa menghasilkan tekstur yang berbeda sesuai dengan preferensi, seperti menambahkan sedikit maizena untuk mendapatkan kerenyahan yang lebih optimal.

Gunakan Lapisan Tepung Tipis dan Merata

Melapisi bahan dengan tepung tipis dan merata sangat penting untuk memastikan panas minyak cepat mencapai permukaan makanan. Dengan cara ini, lapisan tepung akan cepat mengering dan mengeras, sehingga menghasilkan tekstur yang renyah. Sebaliknya, jika lapisan tepung terlalu tebal, hal ini dapat menyebabkan gorengan menjadi berat dan berminyak karena lapisan tersebut akan menyerap minyak seperti spons. Oleh karena itu, penting untuk menjaga konsistensi dalam proses pelapisan agar setiap potongan makanan memiliki ketebalan yang seragam.

Teknik pengocokan sisa tepung dan mengetuk perlahan pada bahan yang telah dilapisi dapat membantu menghilangkan kelebihan tepung. Selain itu, pemilihan bahan perekat yang tepat, seperti telur kocok tipis atau adonan tepung encer, juga berkontribusi dalam menempelkan lapisan dengan baik. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat meminimalisir penyerapan minyak pada gorengan, sehingga hasil akhirnya lebih ringan dan renyah. Pastikan untuk selalu memperhatikan setiap detail dalam proses pelapisan agar hasil masakan menjadi optimal.

Tiriskan Makanan dengan Baik Setelah Digoreng

Menata gorengan di atas rak kawat atau menggunakan bahan penyerap minyak sangat penting agar minyak yang menempel dapat cepat menetes. Dengan cara ini, makanan akan tetap garing. Sebaliknya, jika gorengan ditumpuk atau diletakkan langsung di atas piring datar, uap dan minyak akan terperangkap, menyebabkan tekstur makanan menjadi lembek. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, penting untuk membiarkan udara mengalir di sekitar potongan gorengan dan mengganti tisu penyerap secara berkala jika diperlukan.

Tindakan sederhana ini dapat mengurangi minyak yang menempel pada permukaan makanan dan menjaga kerenyahan lebih lama. Selain itu, teknik meniriskan yang tepat juga berkontribusi pada penyajian gorengan yang lebih ringan dan kurang berminyak saat dinikmati.

Pastikan Bahan Makanan Kering Sebelum Digoreng

Bahan yang masih dalam keadaan basah dapat menyebabkan proses penguapan yang intens ketika dimasukkan ke dalam minyak panas. Hal ini tidak hanya akan membuat minyak terpercik, tetapi juga kelembaban yang tertinggal akan membuat makanan lebih mudah menyerap minyak. Oleh karena itu, penting untuk mengeringkan permukaan bahan menggunakan tisu atau kain. Menunggu hingga permukaan benar-benar kering setelah dicuci juga sangat efektif untuk mengurangi penyerapan minyak pada saat memasak.

Untuk bahan-bahan yang mengandung banyak air, seperti sayuran atau daging yang telah dicuci, teknik menepuk atau memarkan dengan tisu sebelum melapisi dengan tepung dapat membantu mengurangi kandungan air. Selain itu, menyimpan bahan di dalam lemari es sejenak juga bisa menjadi solusi untuk mengeluarkan kelembaban berlebih sebelum proses penggorengan. Dengan cara ini, Anda dapat meminimalkan risiko makanan menyerap terlalu banyak minyak saat dimasak.

Jangan Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus

Ketika Anda memasukkan terlalu banyak potongan makanan ke dalam minyak panas, suhu minyak akan turun secara signifikan. Hal ini menyebabkan proses memasak menjadi lebih lama dan bahan makanan akan menyerap lebih banyak minyak, sehingga menghasilkan tekstur yang berminyak dan kurang renyah. Menggoreng dengan jumlah kecil dapat menjaga suhu minyak tetap stabil, sehingga setiap potongan makanan dapat matang lebih cepat dan merata. Jika Anda harus memasak dalam jumlah yang banyak, sebaiknya lakukan beberapa putaran penggorengan. Pastikan minyak sudah kembali ke suhu ideal sebelum menambahkan batch berikutnya.

Menyusun jumlah potongan yang sesuai dengan kapasitas wajan memberikan kontrol yang lebih baik terhadap hasil akhir dan kualitas gorengan. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa setiap potongan mendapatkan perlakuan yang sama dan matang dengan sempurna. Mengatur jumlah yang tepat tidak hanya mempengaruhi rasa, tetapi juga tekstur dari makanan yang Anda masak. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah potongan yang dimasukkan agar mendapatkan hasil yang optimal.

Gunakan Minyak Berkualitas dengan Titik Asap Tinggi

Pemilihan minyak yang sesuai sangat krusial dalam memasak. Minyak dengan titik asap tinggi, seperti minyak kanola, minyak kacang, atau minyak sawit, memiliki ketahanan yang baik terhadap pemanasan berulang dan dapat menjaga cita rasa makanan dengan lebih baik. Selain itu, minyak yang stabil pada suhu tinggi dapat mengurangi kemungkinan terbentuknya rasa tengik atau senyawa berbahaya yang dihasilkan dari dekomposisi minyak. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin mengganti minyak yang sudah digunakan berulang kali, menyaring sisa makanan dari minyak, serta menyimpan minyak di tempat yang gelap dan sejuk untuk mempertahankan kualitasnya.

Penggunaan minyak berkualitas tinggi tidak hanya membuat proses menggoreng menjadi lebih aman, tetapi juga mendukung hasil akhir yang lebih renyah dan bebas dari rasa yang tidak sedap. Melalui langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat memastikan bahwa makanan yang dihasilkan tetap enak dan sehat. Dengan perhatian yang tepat pada pemilihan dan perawatan minyak, Anda dapat meningkatkan kualitas masakan Anda secara signifikan.

Jangan Aduk Terlalu Sering

Ilustrasi Menggoreng Makanan
Ilustrasi Menggoreng Makanan Photo by Rogerio Lau on Unsplash

Mengaduk makanan terlalu sering saat menggoreng bisa membuat balutan tepung terlepas dan tekstur renyah berkurang. Sebaiknya biarkan makanan berada di satu posisi selama beberapa detik agar bagian luarnya terbentuk sebelum dibalik.

Balik makanan hanya sekali atau dua kali saja agar matangnya merata tanpa merusak lapisan luar. Teknik ini akan menjaga gorengan tetap cantik dan renyah.

Rekomendasi