Timses Prabowo Sebut Kubu Jokowi Tolak Rosianna Silalahi Jadi Moderator Debat

Jumat, 28 Desember 2018 17:43 Reporter : Merdeka
Timses Prabowo Sebut Kubu Jokowi Tolak Rosianna Silalahi Jadi Moderator Debat Milad Pemuda Muhammadiyah. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menolak nama Rosianna Silalahi menjadi moderator debat Pilpres 2019 perdana yang akan diselenggarakan pada 17 Januari 2019. Hal tersebut diungkap Koordinator Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Awalnya kami mengusulkan sesuai dengan media yang jadi pelaksana. Misalnya Kompas, Kompas yang kami sarankan karena lebih senior ya bagusnya Mbak Rosi. Kemudian TKN berkeberatan nama Rosi. Ya sudah," katanya di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

Menurutnya, saat keberatan dengan Rosianna Silalahi, TKN kemudian mengusulkan nama Ira Koesno. Dahnil menyebut BPN tak persoalkan pengusulan nama Ira Koesno.

"Kami tidak ada masalah dengan Mbak Ira. Kemudian kami terima. Kemudian muncul nama Mas Imam (Priyono), kami sepakat. Tapi diawal dari Kompas yang kami endorse sesuai dengan anchor senior ya Mbak Rosi. Tapi TKN keberatan," jelasnya.

Dahnil mengaku tak tahu alasan TKN keberatan dengan Rosianna Silalahi. "Enggak paham saya. Nanti bisa ditanyakan ke temen TKN. Yang jelas kami tidak bisa memaksakan satu pihak. Harus disepakati berdua," ungkapnya.

Ira Koesno dan Imam Priyono terpilih sebagai moderator tahap pertama debat Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 Januari 2019.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman menyatakan, penunjukan Ira Koesno dan Imam Priyono sudah disepakati oleh masing-masing tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Moderator debat pertama akan dimoderatori Ira Koesno dan Imam Priyono," ujar Arief di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

Arief berharap Ira Koesno dan Imam Priyono bersedia menjadi moderator debat pertama antara Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf.

"Karena ini kan baru saja diputuskan, kami belum menghubungi mereka. Mudah-mudahan mereka bersedia, kalau tidak, maka kami akan adakan diskusi kembali," kata dia.

Untuk jadwal debat, KPU sudah memutuskan, yakni debat pertama pada 17 Januari 2019. Satu bulan kemudian, yakni 17 Februari 2019 dijadwalkan sebagai debat kedua. Debat ketiga pada 17 Maret 2019, debat keempat pada 30 Maret 2019.

Sementara debat kelima, KPU masih belum memutuskannya hingga kini. "Jadwal debat kelima nanti kami diskusikan lagi," kata dia.

Sementara untuk tema, debat pertama tentang Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme, debat kedua tentang Energi dan Pangan, SDA dan lingkungan hidup, infrastruktur, debat ketiga tentang Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kebudayaan.

Untuk debat keempat tentang Ideologi, Pemerintahan, Hankam, Hubungan Internasional, serta debat kelima tentang Ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini