Tangkal isu SARA, Jokowi disarankan pilih cawapres dari kalangan santri

Kamis, 1 Maret 2018 18:13 Reporter : Ahda Bayhaqi
Tangkal isu SARA, Jokowi disarankan pilih cawapres dari kalangan santri Jokowi dan Direktur IMF blusukan ke Tanah Abang. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai, Joko Widodo lebih pas berpasangan dengan tokoh agama. Sebab, dia memperkirakan isu SARA bakal menjadi senjata untuk menyerang Jokowi di Pilpres 2019.

"Sosok wapres, kalau Jokowi percaya diri dengan hasil survei yang naik terus sebetulnya dia bisa leluasa bisa ambil tokoh profesional, tapi kalau kurang percaya diri, salah satu ancaman isu adalah SARA maka yang cocok dampingi dari kalangan santri," ujarnya dalam diskusi Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (1/3).

Dia melihat ada dua tokoh yang cukup dekat, yaitu Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PPP Romahurmuziy. Ray melihat Muhaimin atau akrab disapa Cak Imin menjadi pilihan lebih aman. Alasannya PPP saat ini tengah goyang dengan dualisme.

"Maka yang cocok dampingi dari kalangan santri yaitu Cak Imin dan Romi. Siapa di antaranya, saya tidak tahu, tapi kalau pragmatisme, Cak Imin lebih mungkin. Karena partainya lebih stabil," jelasnya.

Kunjungan Jokowi ke pesantren, Ray menilai belum begitu menyelesaikan isu SARA yang menghantui. Dia melihat isu SARA jika tak ditanggulangi maka akan mengganggu elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Jokowi belum mampu menangkal dugaan negatif padahal sudah berkunjung ke pesantren, dia salat bareng Presiden Afganistan saja masih banyak yang enggak terima, begitulah kira-kira. Efektif memang, kalau tidak bisa dihentikan bisa menahan laju elektabilitas Jokowi," ujarnya.

Sementara itu, Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto melihat cawapres paling cocok dampingi Joko Widodo, hanya Jusuf Kalla. Sebab, sebagai pertahana, melanjutkan pemerintahan kembali lebih mudah secara elektoral. Namun hal itu terganjal konstitusi.

"Sebetulnya yang paling ideal pada hari ini adalah sosok JK. Karena seperti kontestasi di seluruh dunia, biasanya paket itu tidak berubah. Selalu dua periode. Supaya memudahkan elektoral," ujarnya dalam kesempatan sama.

Andrianto mengungkapkan, sosok mantan Menko perekonomian zaman Gus Dur, Rizal Ramli dapat menyelamatkan elektabilitas Jokowi. Di mana saat ini kebijakan ekonomi pemerintah saat ini dinilai tidak pro kerakyatan.

"Sosok Rizal Ramli adalah sosok yang tepat kalau dia mau diambil menjadi cawapresnya Jokowi. Pemerintahan Jokowi kita lihat sudah keluar dari ideologi nasionalisme Bung Karno, dan nawacita. Sosok Rizal Ramli justru dialah yang lebih memiliki ideologi Bung Karno dan nawacita," jelasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini