Gubernur Bali, Wayan Koster, secara tegas meminta Kepolisian Daerah Bali dan jajaran untuk mengawal aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat. Permintaan ini bertujuan agar pengawalan tersebut dilakukan secara humanis. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terciptanya ketegangan baru di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Koster usai Apel Kesiapan Satgas Patroli Imigrasi di Wilayah Bali, yang dipusatkan di Markas Komando Kodam IX/Udayana, Denpasar. Ia secara khusus meminta Kepala Polda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, dan jajaran untuk mengelola aksi demonstrasi dengan bijak. Hal ini penting agar aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik dan tidak terjadi anarkisme.
Koster menekankan pentingnya pengelolaan yang baik dari pihak kepolisian dalam menghadapi aksi penyampaian pendapat ini. Ia berharap aspirasi masyarakat diterima, didengar, dan dibahas. Dengan demikian, semua pihak merasa mendapatkan tempat dan ruang untuk bersama-sama membangun Bali, menjaga keharmonisan dan stabilitas daerah.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Wayan Koster menganggap rencana aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh mahasiswa dan ojek online sebagai bagian dari hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Ia sangat mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi di Bali, baik dalam skala daerah maupun nasional. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah menghormati kebebasan berpendapat.
Koster menegaskan bahwa Kapolda dan jajaran harus mampu mengelola situasi dengan baik saat masyarakat menyampaikan aspirasi. Tujuannya adalah agar tidak timbul ketegangan baru yang dapat memperkeruh suasana. Pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban.
Penting bagi aparat untuk menerima aspirasi dengan baik, mendengarkannya, dan membahasnya secara konstruktif. Proses ini akan memastikan bahwa semua pihak merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan Bali. Dengan demikian, potensi konflik dapat diminimalisir.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga mengimbau agar masyarakat sipil yang melakukan aksi demonstrasi menyampaikan aspirasi secara tertib. Ia menekankan pentingnya untuk tidak merusak fasilitas umum yang ada. Menjaga kondusivitas keamanan Bali sangat krusial sebagai pintu gerbang Indonesia di mata dunia.
Menurut Koster, keamanan di Bali adalah faktor yang sangat diperlukan agar sektor pariwisata tetap stabil dan berkembang. Pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali, sehingga setiap gangguan keamanan dapat berdampak signifikan. Oleh karena itu, menjaga ketertiban adalah tanggung jawab bersama.
Kondisi Bali yang kondusif akan memastikan pariwisata tetap berjalan dengan baik, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Stabilitas ini tidak hanya menguntungkan pelaku pariwisata, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat Bali. Keamanan yang terjaga akan menarik lebih banyak wisatawan dan investor.
Advertisement
Sumber: AntaraNews