Survei Pilgub Sumut Indo Barometer: Elektabilitas dan popularitas Djarot di atas Edy

Pasangan Djarot-Sihar memperoleh dukungan 26 persen sedangkan Edy - Musa mendapat dukungan 25,8 persen. Dari sisi popularitas, Djarot juga mengungguli calon lainnya. Tingkat popularitas Djarot menyentuh angka 68,4 persen. Sedangkan Edy Rahmayadi sebesar 62,9 persen.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Survei Pilgub Sumut Indo Barometer: Elektabilitas dan popularitas Djarot di atas Edy
Djarot sambangi markas PKB. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Lembaga survei Indo Barometer melakukan survei elektabilitas dan popularitas pasangan calon yang bertarung di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Hasilnya, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus unggul tipis dari pesaingnya Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyampaikan, dari hasil simulasi tiga pasangan calon, pasangan Djarot-Sihar memperoleh dukungan 26 persen.

"Bersaing ketat dengan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dengan dukungan 25,8 persen dan pasangan JR Saragih-Ance sebesar 8,4 persen. Tidak akan memilih atau rahasia, belum memutuskan dan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 39,8 persen," jelasnya dalam pemaparan hasil survei di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Dari sisi popularitas, Djarot juga mengungguli calon lainnya. Tingkat popularitas Djarot menyentuh angka 68,4 persen. Sedangkan Edy Rahmayadi sebesar 62,9 persen, dan JR Saragih sebesar 40 persen. Djarot juga menjadi calon yang paling disukai di antara dua nama lainnya. Dari hasil survei, 70,9 persen responden menyukai Djarot. Sebanyak 66,6 persen menyukai Edy Rahmayadi. JR Saragih disukai 55,9 persen responden.

Qodari menyampaikan alasan yang banyak diungkap publik dalam memilih cagub adalah jujur dan tidak korupsi sebesar 12,8 persen, tegas sebesar 12,6 persen, berpengalaman sebesar 11,4 persen, merakyat sebesar 8,9 persen, dan berwibawa sebesar 6,4 persen. Sedangkan hasil survei juga menunjukkan parpol yang paling banyak dipilih jika Pemilu Legislatif DPRD Sumut dilaksanakan pada hari survei itu berlangsung yaitu PDIP (17,5 persen) kemudian disusul Gerindra (6,5 persen), Demokrat (4,8 persen), Golkar (3,6 persen), PPP (2,8 persen) dan PKS (2 persen).

Survei dilaksanakan di 33 kabupaten/kota se-Sumut pada 4-10 Februari 2018. Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 800 orang dengan margin of error 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metodologi yang digunakan yaitu multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.

Dalam kesempatan itu, Qodari juga mengingatkan para calon termasuk tim sukses, parpol pendukung, penyelenggara Pemilu dan tokoh masyarakat di Sumut agar mewaspadai suhu politik yang berpotensi meningkat jelang pemungutan suara. Sumut adalah salah satu provinsi yang memiliki potensi kerawanan politik setelah diumumkan hasil pemungutan suara.

"Kita tidak berharap konflik. Ada konflik atau tidak kembali pada stakeholders di Sumut bagaimana mengelola situasi dan kondisi dengan baik," pesannya.

Rekomendasi