Survei Median: Meski elektabilitas naik, lebih banyak yang tak memilih Jokowi

Senin, 16 April 2018 16:32 Reporter : Merdeka
Direktur Riset Median Sudarto. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Lembaga penelitian Media Survei Nasional atau Median hari ini merilis hasil riset yang dilakukan 24 Maret-6 April 2018. Meski elektabilitas Jokowi naik, masih banyak pemilih yang tidak memilih Jokowi.

Direktur Riset Median, Sudarto, menyebut dari hasil surveinya memang Jokowi meraih 36,2 persen. Tapi jika ditotal dengan nama-nama lain yang muncul dan tidak memilih, maka berjumlah 63,8 persen.

"Persentase pemilih alternatif masih besar. 63,8 persen publik belum mau memilih Joko Widodo," ucap Sudarto di Jakarta, Senin (16/4).

Bahkan, saat ditanya dari 1.200 responden yang ditelitinya, sebesar 45,22 persen menginginkan Jokowi kembali memimpin. Sedangkan, 46,37 persen meminta diganti tokoh lain. Sedangkan tidak jawab 8,41 persen.

"Ini masalah yang paling krusial. Kalau skenarionya head to head, berat untuk Pak Jokowi. Karena orang-orang yang tidak menginginkan, maka akan memilih lawan Jokowi," jelas Sudarto.

Soal poros ketiga, Sudarto menilai Demokrat yang akan mengusung AHY masih akan terus mengupayakan. "Kejadian Pilkada DKI sudah kejadian. Di menit-menit terakhir muncul Mas AHY. Jadi masih ada peluang," kata Sudarto.

Terlebih, lanjutnya, masa pendaftaran masih lama. Dan suara Demokrat yang dibilang tak kecil, sehingga AHY masih ada nama ini.

"Kan masih ada 4 bulan lagi. Karena melihat suara Demokrat tidak kecil. Sampai hari ini masih AHY (yang coba diusulkan)," pungkas Sudarto.

Diketahui, penelitian ini juga memuat hasil survei jika Pilpres dilakukan hari ini, maka, Jokowi masih berada di peringkat atas dengan raihan 36,2 persen. Menyusul kemudian Prabowo dengan 20,4 persen dan Gatot Nurmantyo 7 persen. Di tempat keempat ada nama Jusuf Kalla 4,3 persen, lalu Anies Baswedan 2 persen.

Nama Muhaimin Iskandar meraih 1,9 persen, AHY 1,8 persen, Anis Matta 1,7 persen, Harry Tanoesoedibjo 1,6 persen, TGB M.Zainul Madji 1,5 persen, Yusril Izha Mahendra 1 persen, Fahri Hamzah 0,8 persen.

Sedangkan nama-nama seperti Ahmad Heryawan, Wiranto, Rizieq Shihab meraih 0,6 persen. Hendropriyono, Rizal Ramli, dan Megawati 0,4 persen, Mahfud MD, Sri Mulyani, Ridwan Kamil, Chairul Tanjung 0,3 persen. Puan Maharani dan SBY berbagi angka yang sama, yakni 0,2 persen. Menyusul Tri Rismaharini, Tommy Suharto, dan Tito Karnavian 0,1 persen. Sedangkan yang belum memilih 14,8 persen.

Adapun survei ini mengambil sampel 1.200 responden yang merupakan seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini