Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, hingga saat ini belum ada kesepakatan yang bulat terkait calon wakil gubernur Jawa Barat yang akan mendampingi Ridwan Kamil. Arsul menyebut, partainya tetap mendorong kader Uu Ruzhanul Ulum menjadi pendamping Emil sapaan Ridwan Kamil.
Dari dua partai pendukung Emil, hanya NasDem yang legowo Uu mendampingi Emil. PKB merasa keberatan karena ikut menyodorkan nama kader sebagai cawagub Jabar, yakni Wasekjen PKB Maman Imanulhaq.
"Hanya kang Uu memang, NasDem tidak mempersoalkannya. Yang masih berkeberatan teman-teman PKB," kata Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/12).
Meski mengupayakan Uu, namun PPP tak mempersoalkan jika Emil mengandeng sosok lain sebagai cawagub. Emil diharapkan mengumumkan calon wakil gubernur sebelum tahap pendaftaraan pasangan calon kepala daerah oleh KPU pada 8 Januari 2018.
"Artinya PPP masih tetap mengusung kang Emil, hanya soal cawagubnya saja memang yang terus diupayakan. Kan masih ada waktu sampai 10 hari ke depan," tegasnya.
Saat masa penentuan cawagub, Muhammad Casmali Parli atau dikenal Charly Setia Band mengajukan diri mendampingi Ridwan Kamil. Arsul menghormati setiap warga negara yang ingin menjadi cawagub Emil.
"Jadi kita hormati saja kalau ada warga negara siapapun yang memenuhi syarat untuk mengajukan diri sebagai wakilnya kang Emil," ujarnya.
Selain itu, Arsul mengajak PKB dan PPP kompak untuk menandingi poros-poros yang baru terbentuk di Pilgub Jabar. Sebut saja, poros Gerindra, PKS, dan PAN yang mengusung pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu serta poros Golkar dan Demokrat yang akan menduetkan Dedi Mulyadi dengan Deddy Mizwar.
"Dan memang dengan telah dideklarasikan pasangan duo DM, Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar maka memang kemudian pilihannya bagi PPP, PKB, dan NasDem harus kompak mempertahankan usungannya Kang Emil, Ridwan Kamil dan menyepakati siapa cawagubnya," tukasnya.