Sandiaga setuju 3 Oktober jadi Hari Antihoaks Nasional

Kamis, 4 Oktober 2018 19:24 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Sandiaga setuju 3 Oktober jadi Hari Antihoaks Nasional Sandiaga galang dana untuk korban gempa Palu dan Donggala. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pengakuan kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet pada 3 oktober 2018 kemarin diusulkan tim Jokowi menjadi hari anti hoaks nasional. Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno sepakat usulan tersebut.

"Belum ada ya hari antihoaks nasional? Saya sepakat saja. Tanggal 3 Oktober ya," kata Sandiaga di restoran Al-Jazeera, Jakarta Pusat, Kamis (4/10).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu sepakat lantaran tidak menyebar berita bohong adalah komitmen bersama. Dia menyerahkan usulan hari antihoaks itu kepada pemerintah.

"Kita komit terhadap antihoaks. Kita komit. Kalau hari kan pemerintah yang menentukan. Silakan saja," ucap Sandiaga.

Kubu Jokowi pun juga menyetujui usulan tersebut. Salah satunya Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ida Fauziah.

"Ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat dan ingin menjadikan tanggal 3 sebagai hari antihoaks, karena dampaknya yang luar biasa," ucap Ida di Posko Cemara,Jakarta, Kamis (4/10).

Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto memandang, keinginan adanya hari antihoaks menunjukkan kemarahan masyarakat akan ulah Ratna Sarumpaet.

"Hal-hal itu menunjukkan ekspresi kemuakan, kemarahan dari publik, termasuk dari masyarakat juga. Mereka bereaksi keras. Di tengah bencana muncul manipulasi kebohongan itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dalam cara apapun," jelas Hasto. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini