Sandiaga: Hukum Jangan Tajam ke Pengkritik Tapi Tumpul ke Penjilat

Selasa, 7 Mei 2019 16:34 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Sandiaga: Hukum Jangan Tajam ke Pengkritik Tapi Tumpul ke Penjilat Sandiaga bertemu relawan penghitungan C-1. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi penetapan tersangka ustaz Bachtiar Nasir soal dugaan kasus pencucian uang. Sandi menegaskan, bahwa hukum tak boleh hanya tajam ke oposisi.

"Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, hukum tak boleh tajam ke oposisi tumpul ke penguasa, hukum itu jangan tajam ke pengkritik tapi tumpul ke penjilat," kata Sandiaga di RPTRA Mutiara Sumur Batu, Jalan Mutiara, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (7/5).

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta enggan menanggapi lebih tentang penetapan mantan Ketum GNPF-Ulama itu. Dirinya hanya kembali menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan seadil-adilnya.

"Jadi buat saya selama hukum ditegakkan seadil-adilnya saya kira sangat sangat menghormati proses hukum," tandas Sandiaga Uno.

Diketahui sebelumnya, polisi telah menetapkan Bachtiar sebagai tersangka. Dia diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap ustaz Bachtiar Nasir di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, pada Rabu (8/5). [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini