Dalam rekomendasi itu, selain diminta kembali untuk menjadi ketum, juga menilai Pilpres 2024 menjadi pemilu paling buruk dalam sejarah demokrasi di Indonesia.
Advertisement
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidatonya dengan semangat 'berapi-api' saat penutup Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara,Minggu (26/5/2024). Foto: Liputan6 / Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127356/original/094832700_1783071223-1716723501331-9ud9x.jpg)
Advertisement
Dalam Rakernas tersebut, Mega menyebut telah melahirkan rekomendasi sebanyak 17 poin. Foto: Liputan6 / Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127357/original/041293500_1783071224-1716723673416-wa6qch.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127358/original/065507100_1783071224-1716723591130-cz1iy.jpg)
Rekomendasi tersebut di antaranya adalah menilai Pilpres 2024 merupakan pemilu yang paling buruk dalam sejarah demokrasi. Foto: Liputan6.com / Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127359/original/030979000_1783071225-1716732029048-c6g1q.jpg)
Kemudian seluruh pengurus PDI Perjuangan (PDIP) meminta Megawati Soekarnoputri untuk kembali menjadi ketua umum partai berlambang kepala banteng moncong putih itu untuk periode 2025 hingga 2030. Foto: Liputan6.com / Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127360/original/083987000_1783071225-1716724232849-uwj34.jpg)
Selain itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati juga mengingatkan tentang krisis iklim yang tengah mengancam Dunia, termasuk Indonesia. Foto: Liputan6 / Angga Yuniar
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127363/original/004095900_1783071226-1716724245589-114ak.jpg)
Dia pun meminta, kepada seluruh kepala daerah dari partainya untuk memiliki rencana jangka panjang pembangunan di daerahnya dalam menghadapi krisis lingkungan tersebut. Foto: Liputan6 / Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127364/original/040342700_1783071226-1716724390057-9ae92.jpg)
Megawati Soekarnoputri juga menilai bahwa proses dan sistem hukum yang terjadi saat ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah yang berat untuk bangsa ke depan. Foto: Liputan6 / Angga Yuniar
Advertisement
Sebab, dia melihat sederet peristiwa hukum yang terjadi di Tanah Air terjadi fenomena baru yaitu hukum vs hukum. Foto: Liputan6 / Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127365/original/050201900_1783071226-1716724406270-un3gl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127366/original/015593800_1783071227-1716724456627-vsgzd.jpg)
“Jadi kalau sikap politik partai, ke depan tidaklah ringan dan juga bagaimana beratnya pekerjaan rumah untuk membangun sistem hukum yang berkeadilan,” kata Megawati di penutupan Rakernas V PDIP. Foto: Liputan6 / Angga Yuniar

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9127354/original/074547900_1783071223-1716723934677-k33xh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383391/original/008777900_1793084449-231IMG_9389.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9369144/original/019618200_1791474337-IMG_7735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382867/original/025026700_1793015554-248927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382068/original/085051100_1792937370-IMG_6080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381512/original/058929400_1792824693-IMG_20261023_215908.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4490123/original/050586600_1688451485-20230704-Wakil-Ketua-Komisi-III-DPR-Habiburokhman-Faizal-5.jpg)