Wajah baru SMP Negeri 91 Jakarta ikut mengubah suasana dan mood belajar siswa. Kain-kain warna-warni membentang di atas lapangan menjadi pemandangan baru di tengah gedung yang kini berdiri lebih modern.
Perubahan tak hanya tampak dari fisik bangunan, tetapi juga dari cara siswa beraktivitas dan menikmati proses belajar.
Program revitalisasi di sekolah ini memperluas ruang bagi siswa untuk belajar, berkegiatan, dan menumbuhkan semangat baru di lingkungan sekolah. Ruang-ruang yang lebih tertata dan fasilitas yang bertambah membuat siswa merasa lebih betah berada di sekolah.
“Aku senang, karena gedungnya bagus banget,” kata Zahra kepada Liputan6.com di SMPN 91 Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Sekolah yang sebelumnya hanya satu lantai kini menjulang hingga enam lantai. Fasilitas baru hadir, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, ruang aula, laboratorium, hingga lapangan olahraga. Zahra merasakan langsung dampaknya dalam keseharian belajarnya.
“Kelasnya jadi banyak, ada perpus banyak buku, terus ada ruang aula buat kumpul. Jadi enak banget pokoknya,” sambung dia.
Bagi Zahra, perpustakaan menjadi ruang favorit, bukan hanya karena koleksinya, melainkan suasana ruangan yang sejuk dan nyaman untuk membaca.
“Aku suka perpustakaan sih, karena adem,” ungkap Zahra.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383902/original/079050800_1793109437-IMG_1060.jpeg)
Advertisement
Belajar Kian Nyaman
Zahra menuturkan, sebelum revitalisasi, pembelajaran di SMPN 91 Jakarta berlangsung dua sif sehingga waktu belajar terasa singkat. Hal itu dirasakannya mengganggu efektivitas proses belajar mengajar.
“Gimana ya? Kurang efisien belajarnya. Jam pelajarannya bentar doang, cuma berapa ya? Paling 45 menit satu mapel,” kata Zahra.
Setelah gedung baru digunakan, suasana belajar menjadi lebih nyaman. Ruang kelas lebih baik, dilengkapi kipas angin, dan sudah tersedia Wi-Fi. Pihak sekolah juga berencana menambah CCTV untuk mendukung aktivitas di lingkungan sekolah.
“Sekarang lebih nyaman aja karena kelasnya udah bagus, ada kipas anginnya, adem jadinya. Terus guru-gurunya juga enak. Di dalem ada Wi-Fi, terus sama juga kan nanti mau dipasang CCTV,” jelasnya.
Zahra mengaku kini lebih bersemangat datang ke sekolah sejak pagi. Ia juga melihat teman-temannya semakin antusias menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat kegiatan Kamis sehat.
“Semangat banget, datang paling pagi aku, bahkan kalo hari Kamis tuh pas ada Kamis sehat, jadi pada seneng bersih-bersih semua kelas buat bersihin gedung sekolah,” tandas Zahra.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383904/original/015281700_1793109441-IMG_1030.jpeg)
Advertisement
Darel Antusias: Lab IPA dan Komputer Kini Lapang
Pengalaman serupa disampaikan Darel, siswa kelas 8A yang gemar sains. Ia menyoroti perubahan signifikan pada ruang laboratorium yang kini lebih luas dan fungsional dibanding bangunan lama.
“Kalau ini kan nambah ruang kelasnya yang banyak. Ada dua lab juga yang baru, lab kom sama lab IPA. Dulu kan bentuknya kan bukan kayak begini, kayak gini dulu bentuknya tuh letter L. Jadinya sempit ya kan dulu letter L tuh, sekarang kan luas nih, jadi bisa ke mana-mana,” kata Darel kepada Liputan6.com.
Menurut Darel, keberadaan laboratorium komputer dan IPA membuat proses belajar terasa berbeda. Ia juga menilai area sekolah kini terasa lebih rindang dan menyenangkan.
“Kalau aku sih senang ya gedung baru, terus juga ada lapangannya rimbun juga,” terang dia.
Selain ruang belajar, fasilitas olahraga menjadi daya tarik bagi siswa. SMPN 91 kini memiliki dua lapangan, yakni lapangan basket dan lapangan sepak bola mini, yang menambah ruang gerak untuk aktivitas fisik.
“Ini kan ada lapangannya juga, dua lapangan. Ada lapangan basket sama lapangan bola. Jadi senang gitu sambil main bola apa gimana,” kata Darel.
Darel juga menyebut fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan siswa, termasuk perpustakaan dan aula yang menunjang kegiatan bersama.
“Banyak sih. Pertama ada perpus, terus ada apa lagi? Ruang aula, sama ada lab kom sama lab IPA,” tandas Darel.
Advertisement
Revitalisasi Sekolah di Jakarta di Bawah Pramono
Gedung baru SMPN 91 Jakarta merupakan bagian dari program revitalisasi fasilitas pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung. Sekolah yang dulunya hanya satu lantai kini dibangun vertikal dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Pramono menargetkan renovasi 19 gedung sekolah yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta dengan total anggaran sekitar Rp 876,7 miliar. Program mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Untuk saat ini, sebanyak 16 dari 19 gedung sekolah yang menjadi target renovasi pada tahun anggaran 2025 telah selesai dikerjakan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383901/original/004891400_1793109436-IMG_1032.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383945/original/072591700_1793114482-IMG_6219.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9367081/original/083175400_1791292903-default-earthquake-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383923/original/051084100_1793111565-1001798755.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383922/original/022746700_1793111486-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_10.52.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320349/original/059905900_1786345958-c3de2af6-a756-4359-8e19-41568f4252f6.jpg)