Momen Ganjar Dicurhati Warga Kendal soal Penyaluran BLT Tidak Tepat Sasaran

Pembagian BLT yang masih tidak tepat sasaran harus segara dirapikan.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Momen Ganjar Dicurhati Warga Kendal soal Penyaluran BLT Tidak Tepat Sasaran
Momen Ganjar Dicurhati Warga Kendal soal Penyaluran BLT Tidak Tepat Sasaran (Merdeka.com)

Pembagian BLT yang masih tidak tepat sasaran harus segara dirapikan. 

Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo mendapatkan curhat dari warga Kendal yang mengatakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak tepat sasaran. Malahan hanya orang tertentu saja yang mendapatkan bantuan tersebut.


Hal tersebut disampaikan langsung salah seorang warga ketika Ganjar mengahdiri acara pesta rakyat warga Kendal, Jawa Tengah, Selasa (23/1).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mulanya, Ganjar bertanya kepada warga yang menghadiri di acara tersebut perihal harga beras. Rata-rata harga yang didapatkan sekitar Rp15 ribu.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kalau harga pokoknya mahal, berasnya jatuhnya harga mahal, konsumennya berat, petaninya berat," ungkap Ganjar dalam acara tersebut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lalu Ganjar bertanya kepada warga apakah penyaluran BLT sudah tepat sasaran.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Adalagi yang mau saya tanya, BLTnya sudah tepat sasaran belum?" tanya Ganjar.


"Belum," saut warga

"Heleh orang sampean ora kebagian ngomong turu," timpal Ganjar.


Setelahnya, terdapat salah seorang warga yang meneriakkan pembagian BLT pilih. Sontak Ganjar langsung mengundang orang tersebut naik ke atas panggung.

"Jadi itu gimana pilih-pilih BLT-nya?," tanya mantan Gubernur Jateng itu ke warga.


"Jadi pilih-pilih, masih saudara perangkat-perangkat pak yang dipilih," ungkap warga tersebut dihadapan Ganjar langsung.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Capres usungan PDIP itu pun menegaskan fenomena pembagian BLT yang masih tidak tepat sasaran harus segara dirapikan. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Siapa yang harus menerima adalah yamg berhak, siapa yang berhak? mereka yang tidak mampu, mereka yang miskin," jelasnya.

Rekomendasi