Disorot DPRD, Antrean Rawat Inap RSUD Pasar Minggu Capai Ratusan Pasien

Antrean pasien untuk mendapatkan ruang perawatan disebut mencapai 50 hingga ratusan orang.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Disorot DPRD, Antrean Rawat Inap RSUD Pasar Minggu Capai Ratusan Pasien
Warga mendaftar untuk vaksin covid-19 di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (25/8/2021). Vaksin Moderna di Jakarta diprioritaskan untuk masyarakat yang tidak bisa menggunakan vaksin AstraZenecca dan Sinovac yang dibuktikan surat keterangan dari fasilitas kesehatan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Keterbatasan ruang rawat inap di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta. Antrean pasien untuk mendapatkan ruang perawatan disebut mencapai 50 hingga ratusan orang.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi mengatakan dirinya menerima banyak keluhan masyarakat terkait keterbatasan ruang rawat inap di rumah sakit tersebut hingga Rabu (30/9/2026).

“Saya banyak menerima keluhan terkait tidak adanya ketersediaan ruang inap di rumah sakit RSUD Pasar Minggu yang dikarenakan penuhnya pasien, banyaknya pasien di DKI Jakarta yang masuk ke RSUD Pasar Minggu,” kata Nabilah dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menurut Nabilah, kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah penyakit seperti influenza tipe A, demam berdarah dengue (DBD), dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tengah tinggi di Jakarta.

“Sedang di DKI Jakarta ini sedang banyak penyakit influenza tipe A, DBD, dan ISPA. Lagi tinggi di DKI Jakarta,” ujarnya.

Nabilah menilai kepadatan pasien di RSUD Pasar Minggu juga dipengaruhi terbatasnya rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di wilayah tersebut.

Dia menyebut tidak ada rumah sakit swasta di Kecamatan Pasar Minggu yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kondisi itu membuat pasien yang membutuhkan ruang rawat inap harus menunggu.

“Itu membuat ketersediaan ruangan menjadi waiting list sampai 50 dan bahkan ratusan,” kata Nabilah.

 

Koordinasi dengan BPJS soal RS Swasta

Untuk mengurangi penumpukan pasien, Nabilah meminta Pemprov DKI Jakarta mendorong rumah sakit swasta di kawasan Pasar Minggu menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurut dia, penambahan rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan BPJS dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas ketersediaan ruang perawatan bagi pasien.

“Saya harap Pak Gubernur bisa mendorong rumah sakit swasta di daerah Pasar Minggu untuk bisa bekerja sama dengan BPJS,” ujar Nabilah.

Rekomendasi