Momen Ganjar Menari Bersama Ribuan Masyarakat di Sorong Papua

Ganjar mendapatkan berbagai aspirasi, mulai dari hunian tidak layak huni, pendidikan hingga lapangan pekerjaan.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Momen Ganjar Menari Bersama Ribuan Masyarakat di Sorong Papua
Momen Ganjar Menari Bersama Ribuan Masyarakat di Sorong Papua (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Momen menarik terjadi ketika calon presiden Ganjar Pranowo menari bersama ribuan masyarakat Sorong, Papua.

Momen itu terjadi ketika Ganjar disambut tarian dan nyanyian khas Papua ketika berkunjung  di daerah Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda (Imekko), Sorong, Papua Barat Daya, Senin (20/11).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Awalnya kedatangan mantan gubernur Jawa Tengah dua periode ini disambut antusias ribuan masyarakat di kompleks Kokoda, Kota Sorong. Kedatangan Ganjar disambut langsung secara adat dengan penyematan kain merah hingga penginjakkan kaki ke piring sebagai simbol penghormatan terhadap tamu spesial yang datang. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah penyambutan secara adat, mantan anggota DPR ini kemudian bersama dengan warga berjalan kaki mulai gerbang masuk kelurahan hingga ke pertengahan kelurahan. Meskipun cuaca di Sorong begitu panas terik matahari, akan tetapi hal itu tidak menyulutkan semangat masyakat untuk menemani Ganjar berjalan kaki menyapa warga. 

Tak hanya itu, iring-iringan musik dan nyanyian khas Papua pun mengiringi langkah Ganjar. Ganjar pun ikut menari khas Papua bersama masyarakat. Ganjar juga turut memainkan sedikit alat musik yang dibawakan anak-anak muda Papua.

"Yu menari bersama," ucap Ganjar.

"Ayok Pak," jawab masyarakat.

Mereka pun nampak senang dengan Ganjar menari bersama. Ganjar pun tak henti-hentinya menerbarkan senyum kebahagian. Ganjar mengaku tidak menyangka sambutan kedatangannya luar biasa.

"Kami terima kasih, kami datang sekedar silaturahmi, sambutann meriah sekali, luar biasa," ucap Ganjar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ganjar mengaku mendapatkan berbagai aspirasi, mulai dari hunian tidak layak huni, pendidikan, lapangan pekerjaan hingga otonomi khusus untuk Papua

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Insyaallah akan kita bantu untuk membantu merumuskan dan yang tadi disampaikan. Iya ini butuh perhatian untuk diselesaikan," ucap Ganjar. 

Tak hanya itu, Ganjar juga menjawab lansung pernyataan seorang pemuda bernama Rudi, yang mengaku tidak bisa menyambut Ganjar dengan menyediakan dengan tenda, sehingga Ganjar kepanasan.

"Bung Rudi, kami datang ke sini tidak perlu tenda, kami butuh teman-teman yang bisa menyampaikan hal apapun. Kita berpanas-panas bersama, kita berhujan bersama, itulah kami," pungkas Ganjar.

Rekomendasi