Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengumumkan capaian signifikan dalam satu tahun kepemimpinannya, dengan sekitar 70 persen program visi-misi dan 57 rencana aksi Pemerintah Kabupaten Bandung telah terealisasi per 20 Februari 2026. Realisasi ini menunjukkan komitmen Pemkab Bandung dalam memenuhi janji-janji pembangunan kepada masyarakat.
Meskipun dihadapkan pada tantangan fiskal yang tidak mudah, termasuk penurunan transfer ke daerah (TKD) dari sekitar Rp3,6 triliun menjadi Rp2,6 triliun pada tahun 2026, Pemkab Bandung tetap berupaya keras. Penurunan anggaran ini menjadi ujian besar bagi keberlanjutan berbagai inisiatif pembangunan di wilayah tersebut.
Dadang Supriatna menegaskan bahwa pihaknya terus berjuang agar rencana aksi yang telah dicanangkan dapat terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten diharapkan dapat mempercepat realisasi visi-misi pembangunan secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Bandung menghadapi transisi kebijakan yang berdampak pada pengurangan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan. Penurunan ini menuntut Pemkab Bandung untuk lebih inovatif dalam pengelolaan keuangan daerah.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemkab Bandung menerapkan efisiensi belanja non-prioritas. Langkah ini mencakup pengurangan pengeluaran untuk perjalanan dinas dan rapat-rapat yang dianggap tidak mendesak.
Anggaran yang berhasil dihemat kemudian dialihkan secara strategis ke program-program prorakyat yang memiliki dampak langsung. Prioritas diberikan pada inisiatif yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Advertisement
Fokus pengalihan anggaran ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi warga Kabupaten Bandung.
Advertisement
Di sektor infrastruktur, Pemkab Bandung memproyeksikan alokasi anggaran sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun dalam tiga tahun ke depan. Anggaran besar ini akan dioptimalkan melalui dukungan program pemerintah pusat, termasuk Instruksi Presiden untuk pembangunan jalan desa.
Salah satu proyek prioritas yang tetap berjalan adalah pembangunan Bandung Bedas Convention Center di wilayah timur Kabupaten Bandung. Proyek ini masih dalam tahap perencanaan teknis mendalam (DED), menunjukkan visi jangka panjang Pemkab Bandung.
Selain itu, Pemkab Bandung juga mengalokasikan sekitar Rp10 miliar untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada tahun ini. Pelaksanaan awal TMMD direncanakan di sembilan titik melalui kegiatan karya bakti TNI, memperkuat sinergi antara pemerintah dan militer dalam pembangunan.
Advertisement
Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Advertisement
Pengalihan anggaran dari belanja non-prioritas memungkinkan Pemkab Bandung untuk menggenjot program-program prorakyat. Inisiatif ini meliputi penciptaan 10.000 lapangan kerja baru, yang menjadi fokus utama untuk mengurangi angka pengangguran.
Selain itu, insentif bagi guru ngaji juga menjadi bagian dari program prorakyat, menunjukkan perhatian terhadap pendidikan agama dan kesejahteraan para pengajar. Program rutilahu (rumah tidak layak huni) juga terus digulirkan untuk meningkatkan kualitas permukiman warga.
Pembangunan sarana pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar lainnya juga menjadi prioritas. Hal ini mencerminkan upaya komprehensif Pemkab Bandung dalam meningkatkan fasilitas publik yang esensial bagi masyarakat.
Advertisement
“Kami memang mengalami transisi kebijakan yang berdampak pada pengurangan TKD, tetapi kami tetap berjuang agar rencana aksi ini tetap berjalan untuk masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Dadang Supriatna. Pernyataan ini menegaskan komitmen Pemkab Bandung untuk terus melayani masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Sumber: AntaraNews