Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menekankan pentingnya jurnalisme yang menghadirkan fakta dan kebenaran. Pernyataan ini disampaikannya dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa jurnalisme harus memiliki kemampuan tanggung jawab sosial kepada publik.
Menurut Benny, esensi utama jurnalisme adalah untuk masyarakat, kebenaran, dan fakta yang terverifikasi. Hal ini menjadi semakin penting di tengah disrupsi informasi yang masif, di mana penyebaran berita palsu sangat mudah terjadi. Peran pers sebagai pilar keempat demokrasi sangat vital dalam menjaga kualitas informasi yang beredar.
Di era modern ini, maraknya hoaks serta perkembangan kecerdasan buatan (AI) menuntut jurnalisme yang kuat dan kredibel. Oleh karena itu, pers memiliki tugas besar untuk menyajikan pemberitaan berbasis fakta, netral, dan bertanggung jawab agar masyarakat tidak tersesat dalam lautan informasi.
Advertisement
Advertisement
Peran Jurnalisme di Era Disrupsi Informasi
Benny Siga Butarbutar menyoroti bahwa peran jurnalisme dalam menyajikan fakta kepada publik semakin krusial di masa kini. Ini terutama terjadi di tengah era disrupsi informasi yang ditandai dengan penyebaran hoaks yang cepat dan luas. Kehadiran kecerdasan buatan (AI) juga menambah kompleksitas tantangan yang harus dihadapi oleh para jurnalis profesional.
Meskipun media sosial sering disebut sebagai “pilar kelima demokrasi” karena kemampuannya menyebarkan informasi secara instan, Benny menegaskan bahwa pers tetap merupakan pilar keempat. Pers memiliki tugas fundamental untuk menyajikan pemberitaan yang berlandaskan fakta yang terverifikasi. Pemberitaan tersebut harus netral dan juga bertanggung jawab penuh terhadap dampak sosialnya.
Kehadiran pers adalah untuk melayani masyarakat dengan informasi yang akurat, menjunjung tinggi kebenaran, dan menyajikan fakta yang tidak bias. Hal ini membedakannya dari media sosial yang terkadang kurang terverifikasi dan rentan terhadap opini. Jurnalisme sejati harus menjadi garda terdepan melawan misinformasi dan disinformasi yang merugikan.
Advertisement
Advertisement
Objektivitas dan Solusi dalam Jurnalisme
Benny mengingatkan media untuk selalu bersikap objektif dan fokus pada fakta yang telah diverifikasi secara cermat. Jurnalisme tidak boleh terjebak pada praktik clickbait atau ragebait yang hanya mengejar klik semata. Praktik tersebut hanya menonjolkan emosi demi menarik perhatian publik tanpa menyajikan substansi yang berarti.
Kecepatan dalam menyampaikan informasi memang penting dan bahkan harus dilakukan agar tidak tertinggal dari perkembangan. Namun, kecepatan tersebut harus diimbangi dengan kebijaksanaan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap keakuratan. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan pengalaman matang dan arus informasi yang kuat dari sumber terpercaya.
Seorang wartawan memiliki tanggung jawab besar terhadap kehidupan masyarakatnya, sehingga setiap pesan yang disampaikan harus bijak dan konstruktif. Benny berpendapat bahwa pencapaian tertinggi seorang jurnalis adalah mampu memberikan solusi bagi masyarakat atas permasalahan yang ada. Ini disebutnya sebagai “thinking journalism,” sebuah evolusi setelah investigative report.
Advertisement
Sumber: AntaraNews