Pemolisian Modern Polda Kalsel Wujudkan Kalimantan Selatan Kondusif Sepanjang 2025

Polda Kalsel sukses wujudkan Kalimantan Selatan kondusif sepanjang 2025. Implementasi Pemolisian Modern dengan pendekatan prediktif, proaktif, dan kolaboratif, serta kemitraan masyarakat jadi kunci.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemolisian Modern Polda Kalsel Wujudkan Kalimantan Selatan Kondusif Sepanjang 2025
Polda Kalsel sukses wujudkan Kalimantan Selatan kondusif sepanjang 2025. Implementasi Pemolisian Modern dengan pendekatan prediktif, proaktif, dan kolaboratif, serta kemitraan masyarakat jadi kunci. (AntaraNews)

Polda Kalimantan Selatan mencatat tahun 2025 sebagai tahun keemasan dengan sederet prestasi bergengsi di tingkat nasional. Keberhasilan ini diraih berkat kinerja yang mampu mengolaborasikan peran polisi sebagai penegak hukum dan mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pendekatan ini selaras dengan konsep Pemolisian Modern yang diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Kapolda Kalimantan Selatan, terjadi transformasi komando dari polisi represif menjadi polisi prediktif, proaktif, dan kolaboratif. Transformasi ini menjadikan masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga keamanan, dengan setiap langkah aparat penegak hukum selalu didasari semangat memberikan keadilan. Hasilnya, Kalimantan Selatan berhasil mewujudkan kondisi yang kondusif sepanjang tahun ini, mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penerapan Pemolisian Modern ini terbukti efektif dalam menekan angka kejahatan dan meredam potensi konflik sosial di masyarakat. Pendekatan yang tidak hanya berbasis hukum, tetapi juga menekankan interaksi sosial positif, telah membentuk sinergi kuat antara kepolisian dan warga. Berkat upaya ini, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kalsel terjaga dengan baik.

Transformasi Pemolisian Modern: Kalsel Kondusif Sepanjang 2025

Polda Kalimantan Selatan berhasil mencatatkan penurunan signifikan dalam angka kejahatan sepanjang tahun 2025, sebuah indikator keberhasilan transformasi kepolisian. Transformasi ini mengubah paradigma dari penegakan hukum yang represif menjadi pendekatan yang lebih prediktif, proaktif, dan kolaboratif. Kemitraan erat dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah.

Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polda Kalsel mencatat 5.538 kasus kejahatan, turun 412 kasus atau 6,92 persen dibandingkan 5.950 kasus pada tahun 2024. Penurunan ini mencakup berbagai jenis kejahatan yang sering terjadi di masyarakat. Kejahatan konvensional, yang masih mendominasi, turun 271 kasus atau 6,71 persen dari 4.040 kasus di tahun 2024 menjadi 3.769 kasus di tahun ini.

Selain itu, kejahatan transnasional juga mengalami penurunan sebanyak 135 kasus atau 7,57 persen, dari 1.783 kasus di tahun 2024 menjadi 1.648 kasus di tahun 2025. Kejahatan terhadap kekayaan negara juga menunjukkan tren positif, dengan penurunan 6 kasus atau 4,76 persen, dari 126 kasus di tahun 2024 menjadi 120 kasus di tahun 2025. Angka-angka ini menunjukkan efektivitas strategi Pemolisian Modern dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga.

Mengelola Konflik dan Aspirasi Publik dengan Pendekatan Humanis

Salah satu bukti nyata keberhasilan Pemolisian Modern Polda Kalsel terlihat dalam penanganan aksi unjuk rasa ribuan massa mahasiswa dan pengemudi ojek online pada 1 September 2025 di depan DPRD Kalsel, Banjarmasin. Meskipun potensi konflik dan aksi anarkis sangat dikhawatirkan, peristiwa tersebut dapat berjalan damai tanpa gesekan sedikit pun. Bahkan, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan sempat memunguti sampah.

Momen ini menjadi kontras dengan situasi di Ibu Kota Jakarta dan beberapa wilayah lain di Indonesia yang mengalami kerusuhan akibat dinamika politik nasional. Polda Kalsel mampu mengawal aspirasi massa dengan baik dan elegan, memastikan penyaluran aspirasi tanpa konflik atau kecemasan warga. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan kepolisian dalam mengelola situasi sensitif, bahkan di tengah potensi pengaruh media sosial yang bisa mendorong anarkisme.

Pengamat Kebijakan Publik dan Pemerhati Sosial Perkotaan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Taufik Arbain, M.Si, menilai keberhasilan ini berkat kemampuan polisi mengidentifikasi permasalahan dengan baik. “Tentu saja selain memanfaatkan kapasitas manajemen pemolisian yang modern,” ujarnya, menegaskan pentingnya kolaborasi dan pendekatan sosial kultural. Kapolda Yudha dan jajarannya aktif berkonsultasi dengan akademisi, tokoh agama, LSM, dan media untuk mendorong ketertiban dan rasa aman. Pendekatan dialogis ini menjadi bagian integral dari Pemolisian Modern.

Aksi Sosial dan Ketahanan Pangan: Merangkul Petani Kalsel

Di luar tugas penegakan hukum, Polda Kalimantan Selatan juga aktif dalam aksi-aksi sosial kemasyarakatan sepanjang tahun 2025. Salah satu inisiatif paling menonjol adalah dukungan Kapolda Yudha terhadap program ketahanan dan swasembada pangan, sebagai implementasi dari Asta Cita. Program ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk budidaya jagung satu juta hektare secara nasional.

Polda Kalsel berhasil menjadikan wilayahnya berswasembada jagung di penghujung tahun ini, dengan menyulap lahan basah di Jalan Gubernur Syarkawi Gambut, Kabupaten Banjar. Lahan tersebut kini mampu menghasilkan panen jagung tiga kali dalam setahun, dengan total produksi mencapai 6.000 ton. Program ini memberdayakan 1.605 petani di seluruh Kalsel, melibatkan mereka dari proses tanam, panen, hingga pemasaran, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga petani dan masyarakat luas.

Atas berbagai capaian dalam pemeliharaan Kamtibmas dan program ketahanan pangan, Kapolda Yudha menerima sejumlah penghargaan bergengsi. Penghargaan tersebut meliputi juara dua nasional ketahanan pangan dari Kapolri dan Kompolnas Awards 2025 atas profesionalisme dan integritasnya. Ia juga dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri, pin emas dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang, serta piagam penghargaan dari Gubernur Kalsel dan Rektor ULM. Capaian ini mencerminkan kerja ikhlas dan cerdas dalam mewujudkan polisi modern yang melayani dan berdiri sejajar dengan masyarakat, sejalan dengan jargon Polri Presisi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi