Jakarta, 6 Desember – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Rustini Muhaimin, menegaskan urgensi pendidikan yang berfokus pada penanaman karakter kuat pada anak.
Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan DWP Mengajar bertajuk “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri” yang berlangsung di MI Yatsahi, Kota Bogor. Rustini menekankan bahwa pendidikan sejati melampaui sekadar angka atau nilai akademis, melainkan sebuah "kerja peradaban" yang membentuk karakter.
Menurut Rustini, pendidikan harus mampu menyentuh akal, membentuk kepribadian, dan menggerakkan hati setiap individu. Pendekatan ini diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kebijaksanaan.
Advertisement
Advertisement
Rustini Muhaimin menyoroti bahwa proses mendidik jauh melampaui pencapaian nilai atau peringkat semata. Ia menegaskan, "Mendidik bukan hanya soal angka, nilai, atau ranking. Mendidik adalah kerja peradaban. Ia menyentuh akal, membentuk karakter, dan menggerakkan hati." Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran fokus dari pendidikan yang berorientasi hasil menjadi pendidikan yang berorientasi proses pembentukan manusia seutuhnya. Pendidikan karakter anak menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beradab dan berintegritas.
Upaya penyerapan ilmu yang efektif, menurut Rustini, adalah dengan memancing anak-anak untuk berani bermimpi tentang masa depan mereka. Mimpi-mimpi ini akan menjadi pendorong bagi pembentukan karakter dan kepribadian sejak usia dini. Dengan demikian, anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan visi dan misi hidup yang jelas.
Program DWP Mengajar yang digagas DWP Kemenko PM ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pendidikan karakter. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari keberanian anak untuk bermimpi, keteguhan para guru dalam membimbing, serta harapan orang tua agar anak tumbuh menjadi pribadi yang hebat dan bijaksana. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik dan suportif.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Rustini Muhaimin juga memberikan pesan khusus kepada para siswa MI Yatsahi mengenai pentingnya membudayakan membaca buku. Ia menyatakan bahwa membaca adalah salah satu kunci utama untuk membuka cakrawala pengetahuan dan melatih pola pikir anak secara kritis. Kebiasaan membaca sejak dini dapat memperkaya wawasan dan membentuk cara pandang yang lebih luas.
Di tengah maraknya penggunaan gawai di kalangan anak-anak, Rustini mengingatkan tentang pentingnya mengurangi waktu menatap layar. Ia menekankan perlunya menyeimbangkan aktivitas dengan belajar, bergerak, berinteraksi sosial, serta berdoa. Keseimbangan ini krusial untuk memastikan perkembangan fisik, mental, dan spiritual anak berjalan optimal.
Rustini juga memberikan motivasi langsung kepada para siswa. "Coba sisihkan waktu membaca setiap hari, walau hanya 10–15 menit. Kebiasaan kecil itu akan membawa perubahan besar dalam hidup kalian," pesannya. Pesan ini mendorong pembentukan kebiasaan positif yang berdampak jangka panjang, menunjukkan bahwa investasi kecil dalam membaca dapat menghasilkan keuntungan besar dalam pengembangan diri.
Advertisement
Advertisement
Melalui kegiatan DWP Mengajar ini, Rustini Muhaimin menyampaikan harapannya yang besar terhadap seluruh elemen pendidikan. Ia berharap para guru di MI Yatsahi semakin kuat dalam pengabdian mereka, terus membimbing dan menginspirasi anak-anak dengan sepenuh hati. Dedikasi guru adalah pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.
Selain itu, Rustini juga berharap agar para orang tua siswa diberikan kelapangan hati dalam mendampingi dan mendukung proses belajar anak-anak mereka. Peran orang tua sangat vital dalam menciptakan lingkungan rumah yang kondusif bagi tumbuh kembang karakter dan intelektual anak. Sinergi antara sekolah dan rumah adalah kunci keberhasilan pendidikan karakter anak.
Pada akhirnya, harapan terbesar Rustini adalah agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu membawa keberkahan bagi negeri. Pendidikan karakter yang kuat diharapkan dapat melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki moralitas tinggi dan kepedulian terhadap sesama. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews