Sosok Agus Andrianto Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dulu Tumbuh Besar di Lingkungan Sederhana Kini Dikenal Tegas

Profil Agus Andrianto, eks Wakapolri, kini menjabat Menteri Imigrasi. Simak perjalanan kariernya yang inspiratif.

Rizka Nur Laily Muallifa
Sosok Agus Andrianto Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dulu Tumbuh Besar di Lingkungan Sederhana Kini Dikenal Tegas
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Tim Humas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan). (© 2025 Liputan6.com)

Agus Andrianto adalah sosok yang sangat menginspirasi. Ia lahir dan tumbuh di lingkungan yang sederhana di Kabupaten Blora, dan kini telah mencapai puncak kariernya.

Nama Agus Andrianto menjadi perbincangan hangat setelah mengambil langkah yang mengejutkan. Sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, ia memutuskan untuk mencopot seluruh petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta menyusul adanya laporan mengenai pemerasan terhadap warga negara asing. Keputusan ini mencerminkan ketegasan Agus dalam menanggapi pelanggaran yang terjadi di bawah kementeriannya.

Kebijakan tersebut bukanlah yang pertama kali menunjukkan karakter kepemimpinannya yang lugas dan berani. Sebagai mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Agus dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menangani masalah hukum dan keamanan. Pengalaman panjangnya di kepolisian memberikan wawasan yang luas sebelum ia dipercaya untuk menjabat di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto.

Lantas, siapakah Agus Andrianto sebenarnya? Bagaimana perjalanan kariernya hingga bisa menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan? Dirangkum dari berbagai sumber oleh Merdeka.com pada Selasa (4/2/2025), berikut adalah profil lengkap Agus Andrianto.

Profil Agus Andrianto: Latar Belakang dan Pendidikan 

Agus Andrianto dilahirkan di Blora, Jawa Tengah, pada tanggal 16 Februari 1967. Ia dibesarkan dalam lingkungan yang sederhana namun disiplin. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Blora, Agus melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil lulus pada tahun 1989. Selanjutnya, Agus tidak berhenti di situ; ia terus mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kepolisian untuk meningkatkan keahliannya di bidang hukum dan keamanan.

Agus mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti) serta berbagai kursus lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, untuk memperluas wawasan akademiknya, Agus juga menempuh studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan berhasil lulus pada tahun 2018. Latar belakang pendidikan yang dimilikinya ini menjadi modal penting dalam melaksanakan tugas di bidang penegakan hukum.

Profil Agus Andrianto: Karier di Kepolisian

Karier Agus Andrianto di institusi kepolisian dimulai setelah ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1989. Ia mengawali tugasnya sebagai Pampta di Polres Dairi, Sumatera Utara, dan terus menanjak ke berbagai posisi strategis, terutama dalam bidang reserse dan keamanan.

Beberapa jabatan penting yang pernah dipegangnya antara lain:

  1. Kapolsek Sumbul (1992)
  2. Kapolres Lampung Selatan (1997)
  3. Kapolda Sumatera Utara (2018-2019)
  4. Kabaharkam Polri (2019-2021)
  5. Kabareskrim Polri (2021-2023)
  6. Wakapolri (2023-2024)

Selama menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara, Agus Andrianto dikenal karena keberhasilannya dalam memberantas narkoba di daerah tersebut. Selain itu, saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri, ia menangani berbagai kasus besar, termasuk kasus korupsi dan tindak pidana terorganisir.

Pada tahun 2023, Agus diangkat sebagai Wakapolri, mendampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Jabatan ini menjadi puncak kariernya di kepolisian sebelum akhirnya diangkat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Profil Agus Andrianto: Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Profil Agus Andrianto, Tumbuh Besar di Lingkungan Sederhana Kini Jadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang Dikenal Tegas
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Tim Humas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan). © 2025 Liputan6.com

Setelah mengabdi selama puluhan tahun di kepolisian, Agus Andrianto kini memasuki dunia birokrasi. Pada tanggal 21 Oktober 2024, ia resmi dilantik sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam kabinet Prabowo Subianto, yang merupakan kementerian baru.

Sebagai Menteri Imigrasi, Agus memiliki tanggung jawab dalam mengawasi imigrasi serta sistem pemasyarakatan, yang mencakup pengelolaan lembaga pemasyarakatan dan deportasi warga asing yang melanggar aturan.

Keputusan Agus untuk mencopot seluruh petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta mencerminkan komitmennya dalam memperbaiki sektor imigrasi. Langkah ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat, namun banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai wujud keseriusannya dalam membersihkan birokrasi.

Harta Kekayaan dan Penghargaan

Agus Andrianto, sebagai pejabat tinggi negara, memiliki kekayaan yang cukup signifikan. Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022, total kekayaannya mencapai sekitar Rp 19,85 miliar. Kekayaan tersebut terdiri dari berbagai aset properti dan kendaraan, antara lain:

  1. Tanah dan bangunan yang terletak di Jakarta Selatan, Bandung, Medan, dan Tangerang dengan nilai total Rp 17,36 miliar.
  2. Kendaraan bermotor, termasuk model Toyota Alphard dan Toyota Kijang Innova.
  3. Harta bergerak, surat berharga, dan kas yang bernilai Rp 1,8 miliar.

Selain aset pribadi, Agus juga telah menerima sejumlah penghargaan yang mencerminkan prestasinya, seperti:

  1. Bintang Yudha Dharma Pratama
  2. Bintang Bhayangkara Pratama
  3. Satya Lencana Pengabdian
  4. Satya Lencana Bhayangkara Nararya

Penghargaan-penghargaan ini mencerminkan komitmen dan kontribusi Agus dalam penegakan hukum serta keamanan nasional.

Kontroversi dan Tantangan di Jabatan Baru

Seperti halnya pejabat publik lainnya, perjalanan karier Agus Andrianto tidak terhindar dari berbagai kontroversi. Pada tahun 2022, namanya sempat tersangkut dalam isu dugaan penerimaan dana ilegal dari tambang batu bara. Kontroversi ini mencuat setelah mantan anggota polisi, Ismail Bolong, merilis sebuah video yang menuduh adanya aliran dana yang tidak sah.

Meskipun demikian, Agus secara tegas membantah semua tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa video itu dibuat di bawah tekanan. Hingga kini, bukti hukum yang kuat yang mengarah pada keterlibatannya dalam kasus ini belum ditemukan.

Di samping itu, Agus juga pernah mendapat kritik tajam karena tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) selama lima tahun, dari tahun 2017 hingga 2023. Hal ini menjadi perhatian publik, terutama mengingat posisi strategisnya di kepolisian pada waktu itu.

Sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki sistem keimigrasian dan lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Dengan pengalaman dan rekam jejaknya yang tegas, banyak yang berharap ia dapat melaksanakan reformasi signifikan dalam bidang tersebut.

1. Apa tugas utama Agus Andrianto sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan?

Agus bertanggung jawab atas pengawasan imigrasi, deportasi warga asing, serta pengelolaan sistem pemasyarakatan di Indonesia.

2. Mengapa Agus Andrianto mencopot petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta?

Keputusan ini diambil sebagai langkah tanggap terhadap laporan mengenai pemerasan yang dialami oleh warga negara asing di bandara tersebut.

3. Apa tantangan terbesar Agus Andrianto dalam jabatan barunya?

Ia harus melakukan reformasi besar di sektor imigrasi dan pemasyarakatan, serta menegakkan aturan dengan tegas.

Rekomendasi