Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (PMK) Muhadjir Effendy menanggapi santai namanya masuk salah satu figur cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo. Menurut Muhadjir, dia bakal fokus menyelesaikan tugasnya sebagai menteri di kabinet Indonesia Maju.
"Saya masih tetap fokus sebagai pembantu presiden, pembantu Pak Jokowi untuk menuntaskan program-program di pembangunan manusia dan budaya," kata Muhadjir ditemui usia Salat Idul Adha di PP Muhamadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/6).
Pasalnya, banyak program kerja yang belum terselesaikan, antara lain stunting hingga kemiskinan ekstrem. Program-progam itu butuh usaha besar untuk dicapai, mengingat kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir di 2024.
Lihat juga berita tentang Ganjar Pranowo di Liputan6.com
"Masih banyak yang belum terselesaikan apalagi program super prioritas yang sampai sekarang yang menjadi target kita adalah penanganan stunting 14 persen yang sekarang masih 21,6 persen itu perlu kerja keras. Karena tinggal satu setengah tahun ini targetnya harus 3,8 per tahun," jelas Muhadjir.
"Kemudian kemiskinan ekstrem kita masih 1,4 target presiden 2024 nol, itu perlu effort yang tidak kalah berat. Kemudian juga transformasi di bidang kesehatan yang kita akan betul-betul memberikan pelayanan untuk kesehatan ini," sambung dia.
Lebih lanjut, dia berseloroh saat ditanyai tanggapan apabila diberi kesempatan untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo.
"Seandainya tidak bagaimana," kata dia.
Advertisement
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menyebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy memiliki peluang untuk menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Ganjar Pranowo.
Dalam hal ini, Basarah menilai sosok Muhadjir Effendy mewakili dari unsur Muhammadiyah.
"Tapi kan begini ya, bacawapres dari tokoh-tokoh NU sudah ada beberapa. Saya kira wajar saja kalau kemudian Prof Muhadjir ini juga bisa menjadi kandidat bacawapres yang mewakili tokoh Muhammadiyah," kata Basarah di Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Juni 2023
Basarah juga mengatakan, Muhammadiyah salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam yang juga punya andil membangun bangsa Indonesia.
"Kan Muhammadiyah juga ikut berjasa mendirikan bangsa dan negara ini, ya," ujar dia.