Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan membisiki partai politik terkait bakal capres rekomendasi Musyawarah Rakyat (Musra) yang dibentuk oleh kelompok relawan Jokowi.
Capres rekomendasi musra di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Menanggapi hal itu, Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) menyinggung pada zaman presiden sebelum Jokowi, tidak ada yang cawe-cawe dengan penentuan atau membisiki capres-cawapres.
"Waktu kami, seperti saya sering katakan, zaman Ibu Mega, Pak SBY, sama sekali tidak mempengaruhi partai politik untuk memilih ini itu, ndak. Jadi diberikan kepada partai-partai itu," kata JK usai bertemu AHY di kediaman JK, di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (15/5) malam.
Lebih lanjut, dia menegaskan jika parpol diberi kewenangan untuk membentuk koalisi mengusung capres-cawapres untuk mencapai syarat pencalonan.
Advertisement
"Karena itu butuh koalisi. Tapi koalisi itu adalah kewenangan masing-masing. Kami waktu jadi pemimpin pemerintahan tidak mencampuri itu," ujar Jusuf Kalla.
Sebelumnya, Jokowi menerima hasil musyawarah rakyat (Musra) Indonesia terkait capres-cawapres. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan akan menyampaikan hasil Musra itu ke partai-partai yang berhak menentukan jalannya Pilpres 2024.
"Sehingga itu bagian saya untuk memberikan bisikan kuat kepada partai-partai yang sekarang juga koalisinya belum selesai. Jadi kalau saya ngomong sekarang untuk apa? Itu yang namanya strategi ya itu," kata Jokowi dalam sambutannya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5).