Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai deklarasi yang akan dilakukan bersama NasDem dan PKS haruslah satu paket, yakni deklarasi koalisi serta capres dan cawapres yang akan diusung. Demokrat menilai hal itu penting agar agar publik mengetahui siapa sosok yang akan diusung dari koalisi itu.
Usulan AHY ditanggapi Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. Menurut dia, NasDem masih mengedepankan elemen of surprise. Jika ingin deklarasi bersama hanya untuk koalisi dan capres.
"Kita ini harus punya elemen of surprise, jangan kemudian dibuka semua di depan. Ada waktu untuk kemudian menciptakan step pertamanya itu, why not the best. Step keduanya itu Pak Surya berpesan best of the best karena itu dwitunggal yang akan menjadi pemimpin kita," kata Willy, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1).
Advertisement
Menurutnya, pembahasan soal cawapres bisa didiskusikan bersama dalam forum tertutup. Kapan dibuka ke publik, menurutnya tidak perlu buru-buru karena setiap kejutan tak harus dimunculkan sekaligus.
"Dalam hemat Nasdem ya waktunya bisa kita rembuk lah dan kandidatnya siapa (cawapres) bisa kita rembuk untuk kemudian sekali lagi agar kemudian ada element of surprise, kadonya dicicil gitu," sambungnya.
Hingga ini, Willy menyebut, ketiga partai yakni NasDem, PKS, AHY masih memiliki banyak waktu untuk merumuskan siapa sosok yang tepat untuk mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Advertisement
"Kemudian saat menentukan cawapres siapa, ya kami menyerahkan kepada Mas Anies dengan kriteria yang sudah dibangun dengan mekanisme masing-masing partai memiliki preferensi untuk memajukan kandidatnya monggo-monggo saja, tapi nanti and the end harus rembuk," jelas dia.
"Jadi sejauh ini Nasdem masih berpegang pada deklarasi bersama hanya untuk capres," tegas Willy.
Hanya saja, katanya, NasDem tidak ingin ada kawin paksa pada pasangan capres dan cawapres yang akan diusung. Sehingga, akan lebih baik bila Anies memutuskan siapa pendampingnya tetapi tetap mengedepankan dialog dengan partai pengusung.
"Sekalipun itu nanti cawapresnya dari kader-kader partai koalisi, Nasdem pun juga menerima usulan tersebut. So far is oke saja, karena apa? Karena prinsipnya tadi kita bicara dwitunggal. Ini bukan kawin paksa, bukan jebakan-jebakan Batmen," jelas Willy.