Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak tahu ada tawaran posisi menteri kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, dia mengatakan, tidak berkantor di Istana. Sehingga isu tersebut tidak didengar olehnya.
Diketahui, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengakui mendengar ada perwakilan partai ke Istana bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kantor saya enggak di Istana, saya enggak tahu," kata Luhut, saat diwawancarai di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (29/10).
Kabar PKS ditawari menteri oleh pihak Istana juga dibenarkan oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul. Dia mengakui bahwa ada tawaran tersebut. Bahkan sejak periode pertama Jokowi.
"Kalau masalah ditawari masuk kabinet sih sejak periode pertama juga kami ditawari. Tapi kami ucapkan terima kasih dan kami tetap di luar pemerintahan," kata Sohibul saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (29/10).
Advertisement
Sohibul meluruskan informasi belakangan bahwa PKS ditawari dua kursi menteri jelang Pemilu 2024. Menurut dia, tawaran itu justru datang dari menteri Jokowi.
Menteri tersebut sekaligus ketua umum partai politik. Namun, dia tak mengungkap identitas ketum parpol yang dimaksud.
Seperti diketahui, di kabinet Jokowi ada tiga menteri yang menjabat sebagai ketua umum parpol. Yakni, Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan.
"Sekarang memang berhembus isu PKS ditawari 2 posisi menteri. Kami telusuri info ini, katanya itu usulan dari seorang menteri yang juga ketum sebuah partai," ujar Sohibul.
Menurut dia, tawaran dua kursi menteri tersebut justru belum sampai ke PKS. Hanya saja, menurut informasi, Jokowi senang apabila PKS bisa masuk kabinet.
"Konon Pak Jokowi senang dengan usulan tersebut. Tapi entah bagaimana tiba-tiba info tersebut disebarkan oleh pihak-pihak tertentu. Padahal tawaran tersebut belum sampai kepada kami. Jadi kami bingung," katanya lagi.