Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menegaskan, tidak ada niatan untuk mengajukan reshuffle terhadap Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. PPP tegas menyerahkan sepenuhnya kursi kabinet kepada Presiden Joko Widodo.
"Kita belum ke arah sana. Sama sekali kami dari PPP tidak ada niatan untuk mengajukan reshuffle terhadap pak Suharso," ujar politikus yang akrab disapa Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9).
"Karena kita memegang asas, konstitusi kita bahwa itu adalah hak prerogatif dari presiden," tegasnya.
PPP juga belum melihat ada tanda-tanda Suharso akan direshuffle. Setelah mantan ketua umum PPP itu bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, kemarin.
"Jadi kita tidak ikut-ikutan apa yang menjadi tupoksi dari Pak Jokowi," ucap Awiek.
Dia mengaku belum mendapatkan laporan apa yang dibahas Jokowi dan Suharso di Istana. Awiek hanya berharap Suharso legowo dengan keputusan diberhentikan sebagai ketua umum. Meski PPP berat hati telah memberhentikan Suharso.
"Selanjutnya kami katakan bahwa kami sebenarnya ini berat hati memberhentikan pak Suharso. Beliau itu senior, mentor kami orang tua kami dan kader lama di partai, tetapi partai ini butuh penyelamatan ketika persoalannya ada pada seorang diri ketum maka itu tidak boleh merusak DPP secara keseluruhan jadi kita angkat persoalannya supaya fakta ini tidak terkontaminasi," ucap Awiek.
Advertisement
Mardiono telah berkomunikasi dengan Suharso Monoarfa. Mardiono ditelepon langsung oleh Suharso di hadapan pengurus harian PPP kemarin.
"Secara informal komunikasi kita sudah berlangsung kemarin di depan pengurus harian yang lain, pak Mardiono terima telepon dari pak Harso," ujar Awiek.
Menurut Awiek, dalam waktu dekat Mardiono dan Suharso akan bertemu. Komunikasi keduanya berjalan bagus.
"Alhamdulillah berjalan lancar, baik, dan informasi kita dalam waktu dekat akan bertemu," ujar katanya.