Politikus PDIP Perjuangan TB Hasanuddin mengkritik Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang membagikan minyak goreng sembari mengkampanyekan putrinya, Futri Zulya Savitri sebagai calon anggota legislatif.
Zulkifli Hasan diminta fokus menjalankan tugas sebagai seorang menteri. Bukan memanfaatkan situasi untuk melakukan kampanye.
"Persoalan minyak goreng saat ini kan masih menjadi sorotan lantaran harganya masih tergolong mahal. Mestinya Mendag fokus mengatasi masalah minyak goreng dalam waktu sesingkat-singkatnya. Bukannya malah memanfaatkan situasi untuk berkampanye," kata Hasanuddin dalam keterangannya, Rabu (13/7).
Zulkifli Hasan perlu membuktikan kinerja untuk menuntaskan persoalan minyak goreng. Zulkifli juga diminta menjaga etika berpolitik sebagai ketum partai politik.
"Sekarang kan beliau menjadi pejabat publik, tak bisa seenaknya. Saya kira tidak etis lah sebagai pejabat kementerian yang baru menjabat beberapa bulan sudah melakukan hal yang menurut saya memalukan," tegasnya.
Advertisement
Jokowi Minta Menteri Fokus Kerja
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua menteri untuk fokus bekerja. Kepala negara mengutarakan hal ini saat disinggung mengenai menteri yang berkampanye.
"Saya minta semua menteri fokus bekerja. Kalau Menteri Perdagangan ya urus yang paling penting seperti yang saya tugaskan kemarin bagaimana menurunkan harga minyak goreng," ucap Jokowi di Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Selasa (12/7).
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PAN Intan Fauzi menyebut, Zulkifli ke Lampung sebagai ketua umum PAN. Acara tersebut juga merupakan acara partai.
"Mendag ke lampung murni kapasitas partai, sebagai ketua umum PAN, dan acaranya dilakukan Sabtu di hari libur, bukan sebagai Mendag," katanya.
Minyaknya juga dibeli dari distributor. Anak Zulkifli, Futri Zulya Savitri merogoh kocek pribadi untuk dibagikan ke ibu-ibu untuk bentuk dukungan kepada perempuan.
"Jadi, minyak goreng memang dari distributor dan dibagikan gratis kepada ibu-ibu sebagai bentuk kepedulian di tengah melonjaknya harga-harga barang," ujar Intan.