Masinton Pasaribu: Isu Presiden Tiga Periode Belum Close

Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengungkapkan bahwa isu penambahan masa jabatan presiden atau presiden tiga periode masih bergulir. Hal tersebut terlihat dari sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini.

Muhammad Genantan Saputra
Masinton Pasaribu: Isu Presiden Tiga Periode Belum Close
Masinton Pasaribu. ©2017 dok foto dok ri

Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengungkapkan bahwa isu penambahan masa jabatan presiden atau presiden tiga periode masih bergulir. Hal tersebut terlihat dari sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini.

"Siapa bilang close (isu tiga periode)? Kalau masih ada menteri-menterinya teriakkan itu, itu berarti kan masih koma," kata Masinton dalam diskusi bertajuk Jangan Pegel Tunggu Reshufflesecara daring, Sabtu (11/6).

Masinton mencontohkan rangkaian peristiwa yang menandakan isu 3 periode masih dimainkan. Terbaru, pernyataan yang muncul pada saat acara perayaan ke-50 Hipmi pada Jumat (10/6) kemarin.

"Masih berjalan lihat saja rangkaian di Magelang, rangkaian peringatan Pancasila 1 Juni, komunitas ya yang itu datang dari Jakarta bawa kaus 3 periode," ujarnya.

"Terus kemarin masih ada teriakan-teriakan 3 periode ini apa gitu loh dan ingat itu ada acara tersebut, mohon maaf ya jadi presiden agenda, yang dihadiri oleh presiden," ungkapnya.

Masinton menyebut, evaluasi perjalanan bangsa sudah dilakukan dengan amandemen UUD 1945. Salah satunya membatasi masa jabatan presiden 2 periode.

"Kalau ada yang masih berpikir tiga periode itu kan politik kekuasaan," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maming menilai bahwa Jokowi orang biasa yang bisa menjadi Presiden RI.

Hal itu disampaikan Maming dalam acara HUT 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang dilihat dari YouTube Hipmi TV, Jumat (10/6). Acara itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet.

"Yang saya hormati, Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo yang menjadi inspirasi kita, yang beliau bukan dari siapa-siapa, sekarang memimpin bangsa dan negara," kata Maming saat menyampaikan pidatonya, Jumat (10/6).

"Ini dulu kita tidak pernah bermimpi dari orang biasa-biasa menjadi pemimpin. Karena beliaulah kita berani menjadi pemimpin bangsa ini," tambahnya.

Maming mengatakan, Hipmi akan menjadi barometer pada tahun 2024. Dia yakin siapa pun yang menjadi pemimpin di masa depan, tidak lepas dari kader-kader Hipmi.

"Tapi kalau bisa, Pak Jokowi, jangan cepat-cepat meninggalkan kita," ujar Maming.

Maming menyatakan bahwa Jokowi adalah keluarga Hipmi. Dia bilang, Hipmi siap mengikuti apa pun petunjuk dari eks Wali Kota Solo itu.

"Saya harus memberi keyakinan kepada Bapak Presiden Ir Joko Widodo. Beliau adalah keluarga Hipmi, beliau adalah Presiden Hipmi yang pertama," ujar Maming diikuti teriakan lanjutkan.

"Apa pun kebijakan beliau di 2024, kita keluarga Hipmi siap mendukung dan mengikuti apa petunjuk beliau. Lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan," ucap Maming.

Sementara, Ketua Dewan Pembina BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sekaligus Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengajak peserta yang hadir di acara HUT Hipmi ke-50 berteriak yel-yel "lanjutkan".

Yel-yel "lanjutkan" itu diserukan Bahlil di akhir pidatonya. Mulanya, Ia meneriakkan yel-yel "pengusaha pejuang" yang diikuti para peserta.

"Sebelum menutup, Saya ingin yel-yel Hipmi. Kalau saya bilang Pengusaha Pejuang, ikuti Pejuang Pengusaha. Pengusaha Pejuang!" teriak Bahlil.

"Pejuang pengusaha," timpal peserta.

"Setuju lanjutkan?" teriak Bahlil lagi.

"Lanjutkan," timpal para partisipan.

Yel-yel "lanjutkan" itu diulang oleh Bahlil sebanyak tiga kali. Para peserta pun mengulang yel-yel tersebut. "Untuk kebaikan rakyat, bangsa dan negara," tutup Bahlil.

Rekomendasi