PDIP: Pilpres Serahkan ke Megawati yang Terbukti Lahirkan Kepemimpinan Jokowi

PDIP membawa Jokowi menang dua kali Pilpres pada Pemilu 2014 dan 2019.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
PDIP: Pilpres Serahkan ke Megawati yang Terbukti Lahirkan Kepemimpinan Jokowi
Megawati Soekarnoputri. ©Liputan6.com/Putu Merta

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta kader PDIP untuk menunggu arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait pencalonan presiden. Hasto mengingatkan, Megawati telah terbukti melahirkan Presiden Joko Widodo yang mampu memimpin dua periode. PDIP membawa Jokowi menang dua kali Pilpres pada Pemilu 2014 dan 2019.

"Jadi urusan Pilpres ini, ibu ketua umum mandatnya terbukti 2014 2019 lahirnya kepemimpinan pak Jokowi yang mampu membawa kemajuan Indonesia raya," ujar Hasto saat acara Pendidikan Kader Perempuan PDIP di Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (10/6).

Menurut Hasto, kepemimpinan Presiden Jokowi harus dilanjutkan. PDIP menyiapkan pemimpin yang berkesinambungan melalui proses kaderisasi.

"Dalam koridor strategis yang berkesinambungan sejak zaman bung Karno, bu Mega sampai sekarang dan ke depan itulah cara PDIP mempersiapkan pemimpin melalui proses kaderisasi," tegas Hasto.

Untuk itu, Hasto mengingatkan yang paling penting memilih pemimpin bukan hanya masalah elektoral atau keterpilihan. Pemimpin harus bisa menyelesaikan masalah bangsa.

Oleh karena itu, lanjut Hasto, daripada calon pemimpin sibuk bermanuver, sebaiknya memikirkan solusi atas masalah bangsa. Seperti masalah pendidikan tinggi di Indonesia hari ini.

"Jadi masalah pemimpin ini bukan sekadar masalah elektoral. Mari kita lihat masalah bangsa ini. Hari ini di sosmed beredar apa yang disebut sebagai world university ranking. Ranking universitas kita Gajah Mada itu berada pada tingkat 224 di dunia," ujar Hasto.

"Daripada sibuk-sibuk manuver politik mendingan kita tingkatkan pendidikan kita. masa kita kalah dengan National University of Singapore posisi 11, Nanyang posisi 17, posisi 70 123 129 itu dari Malaysia," tegasnya.

Rekomendasi