Demokrat Tolak Penundaan Pemilu: Pemerintah dan Parpol Pendukung Jangan Buat Gaduh

Herzaky mengingatkan bahwa Konstitusi sudah mengatur pemilu lima tahun sekali.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Demokrat Tolak Penundaan Pemilu: Pemerintah dan Parpol Pendukung Jangan Buat Gaduh
demokrat. merdeka.com/arie basuki

Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra angkat bicara mengenai usulan penundaan Pemilu 2024 dengan alasan pemulihan ekonomi.

Herzaky memintaPemerintah dan partai pendukungnya untuk fokus pada upaya pemulihan ekonomi secara serius dan bersungguh-sungguh saja tanpa mengusulkan penundaan pemilu.

“Lebih baik Pemerintah dan para pendukungnya fokus pada upaya pemulihan ekonomi. Bukan malah membuat gaduh tiap bulan. Gaduh terus tiap bulan, malah mengaduk-aduk Konstitusi, bagaimana ekonomi bisa pulih,” kata Herzaky dalam keterangannya, Rabu (23/2/2022).

Herzaky mengingatkan bahwa Konstitusi sudah mengatur pemilu lima tahun sekali.

“Pemerintah, parlemen, dan KPU pun sudah sepakat Pileg dan Pilpres dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024. Kepastian ini yang dibutuhkan oleh dunia usaha,” kata dia.

Ia meminta PKB dan parpol pendukung tidak membuat gaduh dengan usulan yang aneh.

“Jangan kemudian malah membuat gaduh dengan usul-usul yang tidak perlu, apalagi melanggar Konstitusi. Usulan menunda pemilu satu dua tahun ini kan membuat gaduh saja. Jadi ramai. Lalu, energi kita kembali habis buat perdebatan tidak perlu. Bukan fokus ke pemulihan ekonomi,” kata dia.

“Ada apa sebenarnya dengan Pemerintah atau pendukungnya? Mengapa hampir tiap bulan, ada saja elemen pemerintah melontarkan usulan perpanjangan masa jabatan pemerintahan? Selalu dengan alasan pemulihan ekonomi. Selalu mencoba test the water terus,” tambahnya.

Herzaky mempertanyakan apakah benar ini usulan penundaan dari pengusaha.

“ Bulan lalu, ketika ditanya ke elemen pengusaha, tidak ada yang mengaku punya usulan itu. Ataukah, ada elemen pemerintah yang ingin sekali dapat perpanjangan masa jabatan? Bulan lalu menteri. Bulan ini salah satu Ketum parpol pendukung pemerintah. Apakah ini memang aspirasi apa adanya, atau pesanan oligarki? Seakan-akan terorkestrasi?” terangnya.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Delvira

Halaman
Rekomendasi