Partai Demokrat terus melakukan konsolidasi internal jelang Pemilu serentak 2024. Salah satu upayanya, menggelar musyawarah daerah (Musda) yang digencarkan sejak 2020. Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan membuka langsung secara virtual Musda yang akan digelar di Jawa Barat dan Jawa Timur pada Kamis 20 Januari 2022.
Kepala Badan Pemenangan Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, musda partainya berbeda dengan yang dilakukan sebelumnya. Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan musda Partai Demokrat, yaitu pra musda, pelaksanaan musda, dan pasca musda.
"Tahapan pra musda yaitu persiapan, penjaringan, dan verifikasi faktual pemilik suara dan dukungan terhadap bakal calon akan dilakukan H-1 musda. Bagaimana calon mendapatkan dukungan dari pemilik suara yaitu DPC. Tentunya yang memberi dukungan ganda, akan duberikan sanksi," kata Herman dalam pesan singkatnya, Selasa (18/1).
Pelaksanaan Musda kali ini tidak memilih ketua, melainkan mengusulkan Bacalon dalam sidang musda, menetapkan elemen formatur, dan keputusan-keputusan lainnya.
"Kemudian sidang musda mengusulkan nama calon, maksimal 3 nama calon, dan sedikitnya satu calon ke Tim 3 DPP dalam hal ini ketua umum, sekretaris jenderal, dan ketua BPOKK untuk mengikuti tahap pasca musda," tegasnya.
Herman mengatakan, apabila Musda terdahulu menentuka ketua dengan suara terbanyak. Tetapi sekarang, yang terpenting para calon memenuhi persyaratan. Selebihnya akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan dengan materi pokok visi, misi, dan program kerja calon.
“Sehingga menghasilkan pimpinan yang betul-betul kredibel dan berintegritas, serta dapat mengerakan mesin partai di daerahnya masing-masing," katanya.
Advertisement
Herman menambahkan, kegiatan musda bukan adu kekuatan uang. Melainkan adu ide dan gagasan kesiapan menghadapi Pemilu 2024.
"Saya tegaskan Musda bukan adu kekuatan dan uang, namun adu ide gagasan bagaimana dapat menggerakan mesin partai dengan baik, terutama memenangkan pemilu 2024,” katanya.
Menurut dia, musda juga bukan adu banyak-banyakan dukungan pemilik suara. Tetapi memenuhi syarat yang diatur dalam peraturan organisasi.
“Selebihnya dapat meyakinkan DPP bahwa Ketua DPD mampu memperbanyak pemilih Demokrat di wilayahnya, sehingga menang dalam pemilu dan Pilkada Serentak 2024,” lanjutnya.
Herman menekankan, pelaksanaan musda dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta menjalani tes swab dan dipastikan dalam kondisi sehat.
“Musda adalah amanat AD/ART tahun 2020, dengan prinsip dasar pelaksanaan yang harus dipedomani seluruh kader adalah sebagai ajang konsolidasi, harmonisasi, dan rekonsiliasi,” ujarnya.