Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bicara soal rencana pembelian alutsista senilai Rp1700 triliun. Menurut Prabowo, pembelian alutsista itu memang diperlukan sebagai rencana pertahanan.
Prabowo mengungkap, ada oknum elite yang percaya Indonesia tidak akan berperang dalam 40 tahun ke depan. Ia pun kontra terhadap pandangan tersebut.
"Jadi kita tidak boleh rendah diri. Kita tidak bisa santai, ada beberapa oknum elite terutama yang menurut saya gak ngerti kurang apa ya kurang baca kurang cerdas," kata Prabowo dalam podcast Deddy Corbuzier, Minggu (13/6).
"Gw heran juga itu, ada yang bilang itu meyakinkan pimpinan bahwa dalam 40 tahun gak bakal ada perang. Lu bisa baca 40 tahun ke depan? lu bisa?" ujarnya.
Prabowo tidak setuju karena bicara pengalaman. Ia menceritakan kisahnya saat masih menjadi taruna. Ada seorang jenderal yang memberikan ceramah Indonesia tidak akan berperang dalam 25 tahun ke depan saat tahun 1974. Namun tahun berikutnya pecah perang Timor Timur.
"Saya beda pendapat. Karena dulu waktu saya mau jadi letnan besoknya mau dilantik saya masih taruna. Ada jenderal dari Jakarta datang ke Magelang kasih ceramah ke kita calon perwira dia bilang calon perwira sekalian dalam analisa kami Indonesia tidak akan perang dalam 25 tahun yang akan datang maka itu para taruna belajar sospol pokoknya gak ada perang. Saya inget Desember 1974, ternyata Desember 1975 pecah Timor Timur," ungkapnya.
Sementara itu, terkait rencana pembelian alutsista Rp1.700 triliun masih digodok. Rencana itu untuk 25 tahun ke depan.
"Rp1.700 triliun itu belum disetujui masih digodok. Bener gak? Ini bernegara tidak gampang bernegara ada proses ada prosedur ada sistem ada tata cara tata kelola jadi kita teknis menteri itu di bidang pertahanan diwajibkan menyusun rencana pertahanan anggaran berapa saya ajukan, presiden setuju apa engga. Presiden pasti minta saran gimana menteri keuangan," tutup Prabowo.