Partai Demokrat menanggapi klaim pihak-pihak yang menyatakan Kongres Luar Biasa (KLB) segera digelar. Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menilai, pernyataan kubu yang mendukung KLB di media cuma bluffing.
"Bluffing itu selalu disuarakan ke media, tetapi kami DPP, DPD, dan DPC tetap solid," katanya kepada wartawan, Rabu (3/3)
Herman mengatakan, Partai Demokrat solid mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sehingga tidak ada alasan untuk menggelar KLB.
Ditambah, untuk menggelar KLB perlu 2/3 pemilik suara DPD, setengah jumlah DPC dan mendapatkan persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
"Dalam AD/ART Partai Demokrat, pelaksana KLB itu adalah DPP Partai Demokrat atas permintaan 2/3 pemilik suara DPD, setengah jumlah DPC, dan mendapat persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai," ujar Herman.
Herman meyakini, KLB yang akan digelar oleh mantan kader Demokrat hanya palsu semata.
"Mungkin mereka akan melakukan pertemuan dan diklaim KLB-KLB an. Di tengah banyaknya persoalan bangsa kok banyak tingkah laku yang aneh-aneh, bukannya cari solusi agar negara semakin baik," pungkasnya.
Sebelumnya, pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan yang mendorong KLB, mengungkap KLB akan digelar pada pekan pertama atau kedua bulan Maret ini.
"Bulan maret. Mungkin Minggu pertama atau kedua. Tapi nanti H-3 kita akan beritahu dan ekspose," ujar Hencky kepada wartawan, Selasa (2/3).
Namun, mengenai tempat KLB Hencky masih merahasiakannya. Dia pastikan sudah final.
"Belum saya ekspose juga. Tapi itu barang jadi. Kesiapan kita sudah selesai," ucapnya.
KLB diklaim sudah mendapat dukungan 380 DPC atau 70-80 persen pemilik suara Partai Demokrat. Hencky membantah klaim DPP Partai Demokrat bahwa KLB ini ilegal.
"Kalau ilegal ya silakan bicara dari sisi hukum ya. Klo ilegal, kalian menetapkan AD/ART itu pun ilegal karena tidak diplenokan," tegasnya.