Demokrat Kalsel: Ada Jhoni Allen, Nazaruddin dan Moeldoko saat Bertemu DPC

"Ada sembilan DPC, mereka diundang dan berangkat ke Jakarta berkaitan bantuan banjir. Karena diundang kader senior mereka berangkat, mereka (berangkat) tanpa sepengetahuan saya," kata Rusian

Rita
Oleh Rita - Reporter
Demokrat Kalsel: Ada Jhoni Allen, Nazaruddin dan Moeldoko saat Bertemu DPC
Agus Harimurti Buka Kongres Insan Muda Demokrat indonesia. ©2020 Istimewa

Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Selatan, Rusian menceritakan laporan sejumlah DPC di Kalsel terkait pertemuan mereka dengan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko di Hotel Aston Jakarta.

Rusian menyatakan, mulanya para perwakilan DPC Kalsel menerima undangan dari politikus Demokrat Jhoni Allen Marbun (JAM) untuk datang ke Jakarta menerima bantuan untuk korban bencana banjir di Kalimantan Selatan.

"Ada sembilan DPC, mereka diundang dan berangkat ke Jakarta berkaitan bantuan banjir. Karena diundang kader senior mereka berangkat, mereka (berangkat) tanpa sepengetahuan saya," kata Rusian pada Liputan6.com, Rabu (3/2).

Dalam laporan DPC disebutkan pertemuan tersebut dihadiri M Nazaruddin, Jhoni Allen dan Moeldoko. Pertemuan itu ternyata tidak membahas bantuan banjir. Mereka membahas kelemahan-kelemahan partai.

"Nah pada saat sampai di sana, ternyata pembicaraan tidak sesuai apa yang disampaikan di awal. Pembicaraan melenceng sampai mengarah soal kelemahan partai. Di sana ada JAM, ada mantan Bendum 2010 dan inisial M yang berasal dari pemerintah," terangnya.

Usai pertemuan tersebut, DPC mengadu ke DPP Demokrat terkait pertemuan tersebut. "Setelah pertemuan saya diberi laporan, bahwa mereka (DPC) ke DPP," ucapnya.

Saat ini, lanjut Rusian, DPC dan DPD Kalsel bersiap menunggu arahan dari DPP Demokrat. “Saat ini kita minta arahan DPP langkah selanjutnya. Kita tetap solid,” tandasnya.

Moeldoko pun angkat bicara terkait tuduhan tersebut. Dia meminta tidak mengkaitkan isu tersebut dengan istana.

"Saya masih diam-diam saja sih, karena saya enggak perlu reaktif dalam hal ini, poin pertama jangan dikit-dikit Istana. Dalam hal ini saya mengingatkan sekali lagi jangan dikit-dikit Istana," kata Moeldoko dalam siaran telekonferensi, Senin (1/2).

Dia pun meminta agar publik tidak mengkaitkan isu tersebut dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab kata dia, Jokowi tidak mengetahui hal tersebut.

"Jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali, enggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini, jadi itu urusan saya Moeldoko ini bukan selaku KSP," tegas Moeldoko.

Reporter: Delvira Hutabarat

Rekomendasi