Soal 'People Power', Mahfud MD Nilai Kekhawatiran Amien Rais Berlebihan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, pernyataan Amien Rais mengenai people power merupakan sebuah bentuk kekhawatiran. Namun Mahfud melihat, kekhawatiran Amien Rais itu sesuatu yang berlebihan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Soal 'People Power', Mahfud MD Nilai Kekhawatiran Amien Rais Berlebihan
Amin Rais di KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, pernyataan Amien Rais mengenai people power merupakan sebuah bentuk kekhawatiran. Namun Mahfud melihat, kekhawatiran Amien Rais itu sesuatu yang berlebihan.

Mahfud menyebut jika pernyataan Amien Rais tentang people power merupakan sebuah pernyataan politik. Pernyataan politik itu dinilai Mahfud keluar dari seseorang yang tengah mempertaruhkan sesuatu yang besar.

"People power pernyataan Amien Rais itu ya kita harus tanggapi apa namanya pernyataan politik dari orang yang sedang bertarung dalam pertarungan politik yang mempertaruhkan hal besar. Kekhawatiran, tapi menurut saya agak berlebihan ya," ujar Mahfud di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Senin (1/4).

Mahfud menjabarkan, jika pernyataan Amien Rais dilandasi pula adanya kecurigaan terhadap KPU sebagai penyelenggara pemilu akan berbuat curang. Meskipun demikian Mahfud menganggap akan sangat sulit bagi KPU untuk berbuat curang karena kerjanya diatur oleh regulasi.

"Menurut saya instrumen-instrumen hukum dalam kelembagaan yang tersedia di dalam peraturan perundang-undangan untuk pemilu saat ini KPU curang itu hampir tidak mungkin," jelas anggota dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Mahfud menambahkan, kritik dan pernyataan akan mengerahkan people power dari Amien Rais ini perlu mendapatkan perhatian dari KPU. Mahfud pun meminta kepada KPU agar benar-benar transparan dalam proses penghitungan suara sehingga tidak memunculkan kekhawatiran terjadinya kecurangan di Pemilu.

"KPU harus menjelaskan seluruh prosesnya dan terbuka dalam proses itu (pemilu) dan tetap mengikuti cara perhitungan manual. Artinya tidak menggunakan komputer. Seperti yang selama ini dilakukan itu dari berita acara terus ditandatangani semua kontestan, itu lebih aman," pungkas Mahfud.

Diketahui, Amien Rais mengaku akan mengumpulkan massa di Monas apabila dalam proses Pemilu serentak 2019, pihaknya memiliki bukti adanya kecurangan.

Rekomendasi