TKN Jokowi Nilai Kubu Prabowo Ketakutan Isu HAM Masa Lalu Dibuka Saat Debat

TKN Jokowi Nilai Kubu Prabowo Ketakutan Isu HAM Masa Lalu Dibuka Saat Debat. Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso menyebut isu kasus penculikan aktivis prodemokrasi yang diduga dilakukan mantan Danjen Kopassus Prabowo akan kembali dipakai untuk menyerang. Djoko tidak khawatir karena isu demikian sudah kedaluwarsa.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
TKN Jokowi Nilai Kubu Prabowo Ketakutan Isu HAM Masa Lalu Dibuka Saat Debat
Debat Capres jilid II. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai kubu Prabowo Subianto terlihat ketakutan. Hal itu karena pernyataan tim Prabowo bakal diangkatnya isu HAM masa lalu dalam debat Pilpres perdana.

Sebelumnya, Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso menyebut isu kasus penculikan aktivis prodemokrasi yang diduga dilakukan mantan Danjen Kopassus Prabowo akan kembali dipakai untuk menyerang. Djoko tidak khawatir karena isu demikian sudah kedaluwarsa.

"Itu pernyataan bentuk ketakutan kalau isu masa lalu dibuka," ujar Karding melalui pesan singkat, Jumat (28/12).

Politikus PKB itu menjelaskan berdasarkan mekanisme debat belum tentu bakal muncul. Sebab, materi dibuat oleh tim pakar. Atau moderator mengarahkan isu tersebut dalam debat.

"Sebenarnya kalau lihat mekanisme debat, isu itu bisa muncul kalau pertanyaan yg dibuat tim pakar itu muncul. Kedua moderator mendorong untuk mengarah ke sana," kata Karding.

Namun, Karding mendukung jika rekam jejak dibuka ke publik. Sebab masyarakat harus tahu siapa calon pemimpin yang bakal mereka pilih.

"Bagi saya sebagai orang yang berbasis aktivis memilih pemimpin track record jejak rekam lebih penting daripada sekadar program. Karena itu menunjukkan watak dan cara kepemimpinan dan itu akan memberi pengaruh yang besar bagi kepemimpinan dan rakyat Indonesia ke depan," pungkasnya.

Rekomendasi