4 Kehebatan para komando timses Jokowi dan Prabowo

Kubu Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sudah pilih ketua timses mereka. Apa kehebatan kedua ketua timses itu?

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
4 Kehebatan para komando timses Jokowi dan Prabowo
Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Sosok ketua tim sukses dalam tim pemenangan capres sangat vital. Di tangannya, komando dan manajerial digerakkan untuk memenangkan pertarungan Pilpres 2019.

Capres petahana Jokowi telah memilih Erick Thohir sebagai ketua timsesnya. Sedangkan Capres Prabowo Subianto kemungkinan kuat akan memilih Djoko Santoso.

Seperti apa kehebatan keduanya? Berikut ulasannya, Senin (10/9):

Erick Thohir sosok pengusaha sukses

Jokowi mengungkap kehebatan Erick saat pengumuman ketua tim kampanye nasional. Menurutnya, Erick merupakan pengusaha yang sukses.

"Memiliki media, memiliki klub bola, memiliki klub basket dan memiliki banyak. Tetapi yang jelas dalam setiap hal yang beliau pimpin selalu mendapatkan kesuksesaan. Terakhir beliau ketua Inasgoc 2018," kata Jokowi.

Jokowi yakin bahwa Erick Thohir mampu menyukseskan kampanye. "Tapi yang jelas dalam setiap hal beliau pimpin itu selalu mendapatkan kesuksesan," tutup Jokowi.

Erick bisa gabungkan kerja keras dan cerdas

Sosok Erick bisa dibilang multi talent. Sebelumnya dia pernah memimpin penyelenggaraan Asian Games ke-18, dan itu sukses. Selain itu, sosoknya juga dikenal cerdas dan pekerja keras. "Erick adalah sosok yang menggabungkan prinsip kerja keras dan kerja cerdas." kata Peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo.Melalui rekam jejaknya ini, bisa menjadi modal untuk memimpin tim kampanye nasional.

Djoko Santoso seorang mantan Panglima TNI

Bagaimana dengan Djoko Santoso? Ia merupakan seorang mantan Panglima TNI. Pria kelahiran Surakarta, 8 September 1952 ini masuk akademi militer tahun 1975, dan memulai kariernya sebagai Danton-I/A/121/II tahun 1976. Karirnya semakin meningkat hingga dia menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 330/Kostrad di tahun 1990.Tahun 2005 sampai 2007, Djoko menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD. Saat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden, Djoko diangkat menjadi panglima TNI tahun 2007 sampai 2010.

Djoko Santoso orang dekat Prabowo

Usai pensiun, Djoko langsung memilih terjun ke dunia politik dan bergabung di Partai Gerindra. Ia ditunjuk sebagai wakil ketua dewan pembina. Ia juga dikenal dekat dengan Prabowo Subianto.Ia sudah aktif membantu Prabowo sejak Pilpres 2014 sebagai tim sukses. Dan pada Pilpres 2019, Djoko Santoso disebut-sebut akan menjadi ketua tim sukses pasangan Prabowo-Sandi. Sejumlah partai koalisi Prabowo juga setuju nama Djoko Santoso sebagai komando tim sukses.

Rekomendasi