Nostalgia, SBY sebut banyak yang salah sangka dengan PKS

Nostalgia, SBY sebut banyak yang salah sangka dengan PKS. SBY mengaku bertemu PKS seperti bernostalgia karena kedua partai ini sempat bersama 10 tahun di pemerintahan. Ketua Mejelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri pun pernah menjabat menteri sosial di kabinet SBY.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Nostalgia, SBY sebut banyak yang salah sangka dengan PKS
SBY bertemu Salim Segaf Al-Jufri. ©2018 Merdeka.com

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui para petinggi Partai Keadilan Sejahtera membahas koalisi capres dan cawapres. Pertemuan digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan.

SBY mengaku bertemu PKS seperti bernostalgia karena kedua partai ini sempat bersama 10 tahun di pemerintahan. Ketua Mejelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri pun pernah menjabat menteri sosial di kabinet SBY.

"Kami baru saja melaksanakan silaturahim dan pertemuan kami dengan sahabat PKS. Sebagaimana yang disampaikan tadi, kami nostalgia selama 10 tahun dalam pemerintahan," kata SBY, Senin (30/7).

Kata SBY, banyak yang salah sangka dengan PKS. Padahal PKS sama dengan parpol lain di Indonesia. Walaupun partai Islam, namun PKS juga menghormati demokrasi dan sistem hukum di Indonesia.

SBY memberi contoh, saat menjadi Mensos, Salim Segaf juga menjalankan tugasnya memberikan bantuan pada seluruh masyarakat yang membutuhkan. Tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang.

"Kami juga tidak ingin tindakan radikal. Jika kami ditakdirkan bersama-sama, kami ingin semangat ke-Indonesiaan, kebhinekaan, bisa terus kami jaga," kata SBY.

Mengenai calon wakil presiden, SBY mengaku menyerahkannya kepada capres di koalisi, Prabowo Subianto. SBY mencontohkan dirinya dulu saat memilih JK dan Boediono di Pilpres 2004 dan 2009.

"Saya pilih JK dan Boediono juga seperti itu, baru kita bahas di koalisi," kata SBY.

Rekomendasi