10.885 Warga binaan di Jabar masuk DPT untuk mencoblos

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar Indro Purwoko mengatakan, dari jumlah tersebut, DPT terbanyak ada di Rutan Bandung dengan jumlah sekira sekira 1.500 jiwa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
10.885 Warga binaan di Jabar masuk DPT untuk mencoblos
Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Dari total 22.808 warga binaan, sebanyak 10.885 orang masuk sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilkada serentak 2018. Mereka akan melakukan pencoblosan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang tersebar di Jawa Barat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar Indro Purwoko mengatakan, dari jumlah tersebut, DPT terbanyak ada di Rutan Bandung dengan jumlah sekira sekira 1.500 jiwa.

Nantinya, di setiap Lapas atau Rutan akan disiapkan TPS yang akan dijaga oleh sejumlah KPPS dari kecamatan yang bersangkutan.

"Secara teknis (pelaksanaan pencoblosan), ya ikuti aturan oleh KPUD untuk pelaksanaannya," katanya di kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa (26/6).

Pemberian pelayanan untuk memilih calon kepala daerah merupakan upaya pemenuhan hak warga binaan untuk menyalurkan pilihannya sebagaimana diatur undang-undang.

Terpisah, petugas Rutan Kebonwaru Bandung akan melakukan sterilisasi selama masa pencoblosan. Salah satu caranya adalah meliburkan jam besuk tahanan.

Kepala Pengamanan Rutan Kebonwaru Bandung, Alviantino menyebut kebijakan itu untuk menjaga kondusivitas selama berlangsungnya pilkada serentak.

"(Libur jam besuk) agar pelaksanaan pencoblosan di rutan tak terganggu. Ini kebijakan pihak rutan. Besoknya (setelah pencoblosan) jam besuk berlaku lagi, " katanya di Rutan Kebonwaru Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jabar, Selasa (26/6).

Ia memastikan kebijakan ini sudah disosialisasikan kepada petugas termasuk tahanan. "Mudah-mudahan pelaksanaan Pilgub Jabar dan Pilwalkot Bandung berjalan lancar," ujarnya.

Rekomendasi