Ketua DPR Bambang Soesatyo berharap ambang batas parlemen ditingkatkan dari 4 persen menjadi 6 persen pada pemilu 2024. Dengan begitu, jumlah partai akan berkurang dengan ketatnya persaingan kursi di DPR. Dia menilai demokrasi akan lebih baik dengan kondisi seperti itu.
"Saya harapkan sekarang ambang batas 4 persen, ke depan ambang batas 6 persen, sehingga nanti partai hanya 5, 4 atau tiga seperti dulu itu. Justru paling mudah kita menerapkan demokrasi," ujar Bambang Soesatyo ketika diskusi di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).
Menurutnya, jumlah partai yang lebih sedikit akan mengurangi potensi konflik di masyarakat. pria yang akrab disapa Bamsoet ini menyebutkan, saat ini sudah mulai ada benih-benih yang bisa menuai konflik di tingkat akar rumput.
"Karena tidak banyak dan pasti menekan kerusuhan menekan konflik horizontal yang saat ini ditumbuhkembangkan dan kita mesti waspada," imbuhnya.
Selain jumlah partai semakin sedikit, jumlah calon legislatif pun tidak terlalu banyak. Sebab, calon legislatif pada Pemilu 2019 sangat melimpah. Caleg DPR saja mencapai 25.000 orang yang akan dicantumkan dalam surat suara. Belum lagi DPRD tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.
Dia khawatir ini membuat pemilih kebingungan. Apalagi nanti pemilih akan memegang lima surat suara. Ditambah masyarakat Indonesia masih banyak minim literasi dan didominasi masyarakat pedesaan dengan rasio umur pemilih di 2019 nanti cenderung lebih besar.
"Saya justru khawatir akankah demokrasi lahir di tengah kebingungan ribuan nama itu. Saya justru khawatir banyak joki yang membantu bapak ibu kita petani dan nelayan yang hanya punya waktu dua menit dalam bilik dan psikologis tidak tahu seperti apa," jelas Bamsoet.
Di luar pileg yang akan membuat kebingungan dengan banyaknya calon, Bamsoet menyakinkan kepada masyarakat bahwa pemilihan presiden tahun depan hanya akan ada dua calon yang bertarung.
"Pilpres tidak usah khawatir karena kemungkinan hanya ada dua calon, head to head dua pasang," imbuhnya.