Wakil Ketua DPR Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan isu tentang Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) bukanlah isu yang sengaja 'digoreng' atau dibesar-besarkan. Sebab, pada kenyataannya, Perpres tersebut memberi kemudahan pada TKA.
"Ya memang politik dong, keputusannya aja politik, tidak digoreng-goreng kan memang pemerintah mengeluarkan Perpres itu, dan memberikan kemudahan bagi tenaga kerja asing," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4).
Dia menjelaskan, isu tentang TKA itu tidak dibesar-besarkan karena awalnya memang itu adalah kebijakan yang dibuat presiden. Meskipun ia menolak, bukan tambahnya, bukan berarti terlalu membesar-besarkan masalah.
"Bukan digoreng itu kenyataan dan kita menolak. Kalau menolak itu bukan berarti menggoreng," ungkapnya.
"Kan dia sendiri yang membuat keputusan kan kita merespons dari keputusan itu. Sederhana saja," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta kepada seluruh pihak tidak mengganggu pekerjaan Presiden Jokowi. Apalagi, jika dihembuskan isu-isu yang dapat mengganggu kinerja Jokowi.
Ia mencontohkan bagaimana isu tentang TKA yang terus digulirkan dan sengaja diciptakan untuk menyerang Jokowi. Padahal, sambung dia, banyak pekerjaan yang perlu dilakukan oleh Jokowi sebagai Kepala Negara.
"Karena saya tidak ingin sedikit-sedikit lari ke Pak Presiden, Pak Presiden nanti tidak sempat memikirkan hal-hal besar. Hentikan lah hal-hal seperti ini. Walaupun saya tahu bahwa ini isu yang sangat sedap untuk digerakkan," ucap Moeldoko di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/4).