Posisi pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno semakin menguat. Dari hasil survei PolMark Indonesia, pemilih perempuan lebih memilih paslon nomor urut dua dibandingkan paslon nomor urut satu.
Padahal digadang-gadang, suara perempuan akan memperkuat paslon nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Karena, Khofifah memiliki basis massa Muslimat yang diprediksi menjadi pemilih loyal. Namun prediksi tersebut tidak terbukti, dari 1200 responden yang dijadikan ajang survei PolMark Indonesia, sebanyak 37,5 persen memilih Gus Ipul-Puti, sementara Khofifah-Emil mendapatkan pilihan 32,2 persen.
"Survei ini kami bagi rata, perempuan 50 persen laki-laki 50 persen. Dan sebanyak 37,5 persen perempuan lebih memilih Gus Ipul-Puti dari pada Khofifah-Emil yang mendapatkan 32,2 persen," kata Eko Bambang Subiantoro, Direktur Riset PolMark Research Center di Hotel Mercure, Surabaya, Rabu (13/3).
Eko mengatakan, hasil survei kali ini di luar dugaan, karena prediksi awal pemilih perempuan lebih condong kepada pasangan Khofifah-Emil. Namun setelah dilakukan survei di lapangan, pemilih perempuan lebih memilih paslon Gus Ipul-Puti. Keberpihakan perempuan kali ini lebih dipengaruhi dengan keberadaan Gus Ipul sebagai wakil gubernur Jawa Timur.
Survei Polmark Indonesia soal Pilgub Jatim ©2018 Merdeka.com
Selama memimpin Jawa Timur bersama Soekarwo atau Pakde Karwo, Gus Ipul memiliki tingkat kepuasan cukup tinggi. Ada sekitar 68,9 persen responden yang memiliki tingkat kepuasan, sedangan tidak puas sebesar 10,5 persen, dan 20,6 persen memilih tidak mengetahuinya. "Ini menjadi andil besar kenapa pemilih memutuskan untuk memilih Gus Ipul dalam pilgub kali ini," ujarnya.
Keputusan pemilih perempuan untuk memilh Gus Ipul juga dipengaruhi dengan tingkat kepopuleran dan kedisukaan. Gus Ipul memiliki tingkat kepopuleran sebesar 87,1 persen dan kedisukaan sebesar 72,9 persen, sedangkan Khofifah memiliki tingkat kepopuleran sebesar 84,1 persen dan kedisukaan sebesar 64,4 persen.
Dengan hasil survei ini bisa diketahui kalau Gus Ipul diunggulkan, karena tingkat kepopuleran dan kedisukaan di tengah-tengah masyarakat lebih tinggi dibandingkan Khofifah. "Survei ini dilaksanakan 6-11 Februari 2018 dengan jumlah responden 1200 orang. Metode yang dipergunakan multistage random sampling dengan margin of error lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," ungkap dia.
Para responden ini, lanjut Eko dilakukan wawancara dengan tatap muka oleh pewawancara yang sudah terlatih. Jadi, semua dilakukan dengan cara profesional sesuai dengan hasil temuan selama ini.