Golkar berencana kirim surat pengganti Setya Novanto pekan depan

Fraksi Golkar akan menggelar rapat pleno siang ini. Dalam rapat itu, kata Amali, Airlangga akan memberikan arahan terkait calon Ketua DPR pengganti Setya Novanto.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Golkar berencana kirim surat pengganti Setya Novanto pekan depan
Gedung DPR. Merdeka.com/Imam Buhori

Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyebut Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah mengantongi nama calon Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia memprediksi Fraksi Golkar akan menyerahkan surat usulan calon Ketua DPR kepada Kesetjenan DPR pekan depan.

"Ya surat masuk pekan depan tetapi menurut saya sekarang ini Pak Airlangga Hartarto sudah memilih ya," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1).

Jika surat usulan calon Ketua DPR telah masuk ke DPR, pimpinan dewan akan melakukan rapat. Hasilnya akan dibahas kembali di rapat Badan Musyawarah untuk kemudian diputuskan dalam rapat paripurna.

Amali menginginkan pergantian Ketua DPR dilakukan setelah revisi UU MD3 selesia dibahas di Badan Legislasi. Untuk itu, dia berharap Baleg segera menyelesaikan pembahasan revisi UU MD3.

"Sebagaimana yang saya sampaikan kita masih berharap revisi UU MD3 bisa selesai pada minggu ini. Ini masih beberapa hari Kamis, Jumat sabtu dan Minggu lah ya, gitu ya," ujarnya.

Fraksi Golkar akan menggelar rapat pleno siang ini. Dalam rapat itu, kata Amali, Airlangga akan memberikan arahan terkait calon Ketua DPR pengganti Setya Novanto.

Usai pembicaraan awal di fraksi, hasil pembahasan terkait calon Ketua DPR akan dibawa ke rapat pleno DPP untuk diputuskan.

"Saya kira itu termasuk agenda yang akan dibicarakan di rapat fraksi karena bagaimana pun fraksi ini merupakan perpanjangan tangan dari partai dan posisi ketua DPR adalah anggota fraksi," tutur Amali.

Ketua Komisi II ini meyakini calon Ketua DPR yang ditunjuk murni pilihan Airlangga tanpa pesanan dari pihak manapun.

"Karena itu melalui pertimbangan matang dari ketua umum tanpa campur tangan dari pihak manapun. Jadi jangan berasumsi bahwa kalau pilihannya kepada si A B C ini pasti ada titipan ada pesanan dan sebagainya, saya pastikan itu adalah pilihan ketua umum dan partai Golkar sendiri," tegas dia.

Rekomendasi