Ini pertimbangan khusus Khofifah sebelum maju di Pilgub Jatim

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ingin terlebih dahulu melihat respons dari pesantren-pesantren di Jawa Timur sebelum memutuskan maju sebagai calon Gubernur. Respons tokoh-tokoh Jawa Timur juga dilihat sebagai bahan pertimbangan.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Ini pertimbangan khusus Khofifah sebelum maju di Pilgub Jatim
Menteri Khofifah dan Tommy Soeharto. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ingin terlebih dahulu melihat respons dari pesantren-pesantren di Jawa Timur sebelum memutuskan maju sebagai calon Gubernur. Respons tokoh-tokoh Jawa Timur juga dilihat sebagai bahan pertimbangan."Saya sampaikan, tunggu, saya mau check sound. Check sound ke semua lini lah. Kalau di Jawa Timur ya ada grassroot-nya, ada pesantrennya, ada tokoh-tokohnya, gitu," kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/3). Khofifah mengaku sampai saat ini dirinya terus memantau survei untuk dapat melihat tingkat aksepbilitas dan elektabilitasnya apabila maju sebagai calon gubernur. "(Survei) per hari ini, per Minggu depan sampai kemudian kita ambil posisi. Maka check sound itu penting menurut saya," tegasnya. Sejumlah partai politik, kata Khofifah, juga telah melakukan pendekatan untuk mendorongnya maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur. Namun, ia menyebut belum ada perkembangan lebih jauh dari hasil komunikasi dengan partai politik tersebut. "Kalau komunikasi (dengan partai politik ya kita berkawan. Jadi pastilah komunikasi soal apa, soal apa, kan banyak. Soal Jawa Timur, kayaknya belum ada update," ujarnya. Sementara itu, Khofifah yang pernah maju dua kali dalam Pilgub Jawa Timur 2008 dan 2013 itu enggan menjawab saat ditanya berapa banyak partai politik yang telah menjalin komunikasi untuk membahas pencalonannya sebagai calon Gubernur Jawa Timur untuk ketiga kalinya. "Aduh, check sound dulu," ujarnya singkat.

Rekomendasi