Selain Dogiyai, berkas pilkada DIY, Salatiga dan Sangihe juga dicuri

Selain Dogiyai, berkas pilkada DIY, Salatiga dan Sangihe juga dicuri. Informasi tersebut diperoleh dari pengakuan tersangka. Namun polisi masih menyelidiki apakah berkas pilkada tersebut benar-benar dicuri.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Selain Dogiyai, berkas pilkada DIY, Salatiga dan Sangihe juga dicuri
Gedung Mahkamah Konstitusi. merdeka.com/Imam Buhori

Petugas Mahkamah Konstitusi ternyata tidak hanya mencuri berkas permohonan Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, tapi juga berkas Pilkada Kota Yogyakarta, Salatiga dan Kabupaten Sangihe Sulawesi Utara. Itu diketahui dari pengakuan tersangka.

"Dari keterangannya seperti itu. Fotocopy berkas pilkada. Ada DIY, Salatiga kemudian ada Sangihe," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/4).

Namun, kata Argo, pihaknya masih menyelidiki apakah berkas-berkas tersebut benar-benar dicuri sesuai pengakuan tersangka.

"Tadi malam diperiksa sekarang masih dalam, dia ngaku seperti itu (berkas DIY, Salatiga, dan Sangihe dicuri juga). Berkasnya sedang kita cari," kata Argo.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Polda Metro Jaya telah menerima laporan pencuri berkas permohonan perkara sengketa hasil Pilkada Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua. Empat orang diduga terlibat dalam kasus ini.

Mereka adalah Kepala Sub-Bagian Humas Rudy Haryanto, pegawai bernama Sukirno, dan dua orang petugas keamanan. Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat sudah melakukan pemeriksaan internal dan memutuskan memecat keempat orang itu.

"Misalnya empat orang itu berkaitan dengan kasus pencurian kita panggil sebagai saksi maupun tersangka. Belum jadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Kamis (23/3).

Sudah lima saksi dimintai keterangan. Polisi sedang menganalisa rekaman CCTV untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat pencurian. Polisi juga belum bisa menyimpulkan motif pencurian.

"Nanti kita tunggu. Kita belum tahu motifnya," tutur Argo.

Polisi juga belum mengetahui aktor intelektual dari peristiwa tersebut. "Kita tunggu nanti bagaimana pengembangan penyidik karena saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan, kita menganalisa CCTV nya," ucap Argo.

Rekomendasi