Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, yakin pelaksanaan Pilgub DKI 2017 mendatang tak akan lagi meributkan soal suku, agama dan ras. Sebab, yang dibutuhkan warga adalah sosok pemimpin yang benar-benar bisa memimpin dan bekerja untuk warga Jakarta."Saya yakin Jakarta sudah cerdas dan kritik. Yang butuh pemimpin kan warga DKI juga," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/9).Djarot sendiri tampak percaya diri akan kembali diusung di Pilgub DKI 2017 bersama petahana Basuki Tjahaja Purnama. Dia tak takut akan kehilangan pemilih karena memandang SARA saat akan menentukan pasangan pilihannya di pilgub nanti."Semakin mantap bila menjunjung pluralistis," tegasnya.Keyakinan itu, kata Djarot, sudah dibuktikan dengan hasil survei yang menempatkan Jakarta sebagai kota di mana penduduknya memiliki semangat demokrasi tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Oleh sebab itu, dia berpesan, pihak-pihak yang menggunakan isu SARA dalam Pilkada 2017, pasti akan berakhir sia-sia."Hasil survei Badan Pusat Statistik, indeks demokrasi tertinggi di DKI, warga Jakarta itu rasional dan bisa memisahkan, saya yakin semua pihak dapat mengesampingkan isu SARA. Ini sudah abad teknologi informasi," tutup politisi PDI Perjuangan ini.
Siap duet lagi dengan Ahok, Djarot yakin tak ada serangan isu SARA
Siap duet lagi dengan Ahok, Djarot yakin tak ada serangan isu SARA. Keyakinan itu, kata Djarot, sudah dibuktikan dengan hasil survei yang menempatkan Jakarta sebagai kota di mana penduduknya memiliki semangat demokrasi tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.
Rekomendasi