Jalan berliku Mardani dampingi Sandiaga Uno di Pilgub DKI

Mardani belum mendapatkan restu dari Prabowo Subianto.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Jalan berliku Mardani dampingi Sandiaga Uno di Pilgub DKI
Mardani Ali Sera. ©2016 istimewa

Niatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menduetkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera untuk Pilgub DKI tak semudah yang dibayangkan. Pertama, hingga kini belum ada restu dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenai keinginan mereka itu. Prabowo belum memberikan sikap resmi mengenai harapan PKS. Bahkan Mardani harus lebih dahulu menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk bisa mendampingi kader Gerindra tersebut."Belum (disetujui), kan harus melalui fit and proper test untuk cawagub," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik saat dihubungi, Minggu (11/9).Terpisah, Ketua Tim Penjaringan calon gubernur Partai Gerindra Syarif mengatakan, fit and proper test Mardani rencananya akan digelar pada Selasa (13/9)."Kita lakukan fit and proper test Selasa depan, karena kalau hari ini kan malam takbiran," terangnya.Selain belum mendapatkan restu dari Prabowo, keinginan PKS ini juga bertolak belakang dengan harapan partai pendukung Sandiaga sebelumnya, mereka membuka peluang menarik dukungan apabila Sandiaga berpasangan dengan Ketua DPP PKS itu.Meski begitu, Mardani sendiri mengaku siap untuk mengikuti fit and proper test yang diadakan Partai Gerindra. Dirinya juga akan menjalin silaturahmi dengan partai politik lain agar memuluskan niatan partainya itu untuk mengusung pasangan Sandiaga-Mardani."Saya akan hadir hari Selasa. Kita juga akan bersilaturahmi dengan partai politik lainnya," kata dia. Pria yang pernah duduk di Komisi I ini menambahkan, setelah didapuk partainya untuk menjadi calon wakil gubernur untuk Sandiaga, berbagai langkah telah disiapkan agar keinginan partai berbasis massa Islam itu dapat terlaksana.Mardani mengaku memiliki tiga rencana ke depan, setelah partainya mengusung dirinya untuk dimajukan sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta bersama Sandiaga. Pertama, Ia ingin menguatkan niat dan motivasi untuk maju di pesta demokrasi Ibu Kota itu."Ada tiga rencana utama. Pertama, rapikan niat dan motivasi. Ini semata-mata untuk membangun DKI yang nyaman dan manusiawi serta berbudaya," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (11/9).Selanjutnya, Ketua DPP PKS ini menginginkan adanya kesepakatan dengan Sandiaga agar keduanya bisa transparan dalam agenda bersama menuju Pilkada DKI Jakarta 2017."Dengan Sandi kita harus sepakat, tidak ada dusta di antara kita. Buat komitmen kita berdua harus transparan. Tidak ada hidden agenda," terangnya.Setelah itu, barulah mereka untuk menyusun bersama strategi pemenangan di Pilgub DKI Jakarta, termasuk dengan mendekatkan diri bersama partai politik lainnya."Ketiga, baru masuk ke operasi pemenangan, pastikan mesin partai bekerja. Pastikan isu kita diterima dan diharapkan publik. Kita perlu mendengar semua pihak. Kita pastikan harus silaturahim dengan semua partai," pungkasnya.

Rekomendasi