Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar rapat di kantor pusat DPP PDIP, jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (21/7). Rapat tersebut membahas hasil proses penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta yang akan diusung PDIP.
Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Bambang DH menuturkan, untuk menentukan bakal calon gubernur DKI, partainya mempertimbangkan masukan warga Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta baru saja selesai menggelar reses dan menjaring aspirasi warga. Hasilnya, kata dia, sebagian besar warga Jakarta tidak menghendaki calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok, kembali memimpin ibu kota.
"Waktu itu kami mendengar satu per satu hasil reses 7-8 partai dengan masyarakat. Suara kawan reses mayoritas tidak menghendaki incumbent. Saya laporkan ke DPP PDIP. Suara aspirasi di DKI saya laporkan DPP mudah-mudahan dipertimbangkan. Mayoritas sudah tidak menghendaki," ujar Bambang.
Selain dukungan masyarakat, partainya juga mempertimbangkan dukungan politik untuk calon yang akan diusung. Bakal calon gubernur DKI Jakarta juga harus mendapat dukungan dari anggota DPRD DKI.
"Telah secara intens melakukan komunikasi politik. PKS, Gerindra, PKB, PAN dan kami melakukan komunikasi lanjutan. Memenangkan pertarungan di DKI, jangka panjang stabilitas politik dukungan parlemen kuat," ucapnya.
Bambang mengaku tidak bisa menyebutkan enam nama yang berpeluang kuat bakal diusung PDIP. Semua keputusan ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun dia menekankan pentingnya pasangan calon gubernur untuk mendapat dukungan politik DPRD DKI.
"Siapapun calonnya, mampu memperjuangkan DKI dan bekerja dengan pemerintah pusat serta mendapat dukungan kuat di DPRD. Konsolidasi pemerintahan tidak hanya dari pemerintahan, harus dimanifestasi dukungan DPRD DKI," katanya.