Ketika Setya Novanto dikucilkan pesaing di Munaslub Golkar

Hanya Setya Novanto yang tak diajak dalam jumpa pers yang digelar di arena Munaslub ini.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Ketika Setya Novanto dikucilkan pesaing di Munaslub Golkar
Ketua DPR Setya Novanto. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

7 Dari delapan bakal Caketum Partai Golkar melakukan jumpa pers bersama. Hanya Setya Novanto yang tak diajak dalam jumpa pers yang digelar di arena Munaslub ini.Mereka adalah Ade Komarudin, Mahyudin, Azis Syamsuddin, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Syahrul Yasin Limpo. Indra Bambang Utoyo tak kelihatan, namun diakui karena terlambat.Ade Komarudin menilai, ada upaya dari sekelompok orang yang cederai demokrasi di munaslub Golkar. Dia hanya mengisyaratkan orang itu adalah Setya Novanto."Dari 8 calon, 7 calon ada kesepakatan bersama satu visi misi bersama untuk menjaga Munaskub ini berjalan secara demokratis sesuai AD/ART Partai Golkar," jelas Ade di arena Munaslub Golkar, Minggu (15/5).Ade mengaku dapat info ada upaya menggiring kepada pemilik suara malam tadi. Tujuannya untuk melakukan pemilihan ketum Golkar secara terbuka."Kami prihain dengan apa yang terjadi dinamika kemarin dan juga proses selanjutnya malam tadi kami dapat info kurang menyenangkan. Kami nilai itu akan mencederai proses munaslub sudah sangat bagus dilakukan sejak awal pelaksanaan," tegas dia.Ade merasa prihatin masih saja ada orang yang coba menggiring pemilik suara dengan cara money politic. Lagi-lagi dia hanya menyindir, tak menyebut siapa orang itu."Kami prihatin ada upaya dari sekelompok tentu sedikit orang karena kami 7, yang upayakan dilakukan proses pemilihan ketum Golkat secara terbuka. Langkah untuk memungkinkan terjadinya intimidasi itu tentu melanggar hak asasi. Pemilik harus berikan suara yang langsung bebas dan rahasia," kata Ade.Bahkan, kata Akom, mereka mengancam akan boikot. "Kalau mereka memaksakan voting terbuka kita akan sadarkan dulu dan kalau tidak sadar juga kita akan lakukan boikot," imbuhnya.Sementara itu, Mahyudin menilai Munas kali ini adalah pertaruhan bagi Partai Golkar. Menurutnya kalau mau bangkit harus solid kembali. Maka dari itu mereka menyatakan sikap bersama untuk menolak voting caketum secara terbuka. Sebab akan berdampak pada Munas Golkar tahun sebelumnya yang memunculkan sengketa internal partai. "Kami terus melakukan komunikasi yang baik, agar nanti siapapun yang jadi ketum, kita bisa solid. Perpecahan Golkar yang terjadi jangan terulang lagi," tuturnya. Mahyudin sepakat jika 7 kandidat yang bersikap bersama ini menandatangani sikap bersama. "Saya sependapat dengan teman saya bertujuh ini, bukan hanya teken jempol jari juga akan saya pakai. Kita sepakat semuanya agar semua berjiwa besar. Kita ingin menang happy, kalah juga happy," pungkasnya.Terkait itu, kubu Setya Novanto, Nurul Arifin mengaku kaget dengan konferensi pers 7 caketum Golkar yang dianggap menyudutkan Setya Novanto (Setnov). Padahal, Setnov tak pernah bilang ingin pemilihan ketum dilakukan secara terbuka."Kami dari tim Setya Novanto ingin menyatakan menjelaskan, menegaskan bahwa kami belum pernah memberikan statement apapun soal proses pemilihan," kata Nurul.

Nurul mengatakan, timnya siap menghadapi mekanisme apapun yang diputuskan panitia dalam mekanisme pemilihan ketua umum. Dia tak masalah voting nanti dilaksanakan terbuka atau tertutup."Statement kami dukung, support, apapun keputusan munas, siap bertarung menjunjung azas demokratis, fair," kata Nurul."Sekali lagi saya jelaskan bahwa tidak ada satu statement dari Setya Novanto, siap untuk melakukan pemilihan sistem apapun, tegaskan kami siap," tegas dia.Selain itu, kata dia, pihak Setnov tidak pernah diajak bicara mengenai konferensi pers dan 'dimusuhkannya' mantan ketua DPR itu. "Kami pun tak penah diajak bicara, semoga ke depan kami diajak bicara langsung dengan baik dan tak langsung ke media sehingga satu pengertian jalankan munas dengan demokratis," kata Nurul di Bali.Akar persoalan yakni menyangkut tuduhan tim Setya Novanto mengumpulkan DPD I dan DPD II di sebuah hotel di Pecatu, Bali semalam. Pertemuan itu untuk mengarahkan bahwa DPD I dan DPD II untuk memilih sistem pemilihan ketum secara terbuka.Namun kabar ini dibantah tegas oleh Nurul. Menurut dia, tidak pernah ada pertemuan itu."Pertemuan tertutup dengan DPD tersebut saya kira itu tidak ada, saya pastikan pastikan tidak ada, kalaupun ada upaya jalin komunikasi dengan DPD, itu dilakukan semua caketum, bukan eksklusif hanya Pak Setya Novanto saja, kalau sengaja untuk lakukan penggiringan itu tidak ada," tegas dia.Namun Setnov membantah tudingan itu. Menurut dia, tidak ada penggiringan yang dilakukan olehnya kepada pemilik suara di Munaslub Golkar."Kalau pertemuan itu saya malah kaget pagi-pagi ada berita. Karena setelah acara semalam saya langsung makan bersama istri, mba Nurul ada di Laota, Nusa Dua. Lalu kembali ke hotel, terima telepon-telepon nggak terasa tahu-tahu sudah sampai pagi lagi, jam 05.00 WIB," kata Novanto.Novanto menjelaskan, dirinya siap saja jika harus menghadapi pemilihan secara terbuka atau tertutup. Dia menegaskan, tidak ikut-ikutan soal teknis pemilihan, menyerahkan sepenuhnya kepada panitia munaslub."Masalah pemilihan tertutup dan terbuka buat saya adalah apa yang berdasarkan aturan yang ada. tertutup saya sangat bersedia, sangat siap melakukan hal yang terbaik," tegas dia.Novanto juga menjelaskan bahwa akhir-akhir ini dirinya tak bisa tidur nyenyak. Sebab banyak DPD I dan DPD II yang mengontak sekedar ingin melapor dan mengobrol."Saya hampir tiap pagi jam 5 baru tidur. Baru tidur dikit telepon kring. Karena saya memang menyiapkan waktu 24 jam untuk DPD I dan II, dan mereka berkumpul. Saat berkumpul mereka nanyakan apa yang berkembang di daerah-daerahnya," erang dia."Kan kasihan mereka sudah jauh ke sini, saya tidak melayani telepon, kan kalau ketemu nggak boleh," tutur dia.Setelah alot akhirnya sidang paripurna memutuskan bahwa pemilihan ketua umum Golkar bakal dilakukan secara tertutup. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie."Kan semua sudah dipenuhi melalui keputusan rapat tadi bahwa pemilihan tertutup," kata Aburizal Bakrie.

Rekomendasi